Kota Denpasar. Pada | Antrean bahan bakar minyak di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali mulai berkurang. Perkembangan ini terjadi seiring penguatan pasokan dan upaya optimalisasi layanan yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga. Meski demikian, kondisi di lapangan masih terus dipantau dan perusahaan belum menyatakan seluruh layanan telah kembali normal. Situasi dapat berbeda di tiap wilayah, bergantung pada kebutuhan masyarakat serta kelancaran distribusi menuju SPBU.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan dengan memaksimalkan jalur pelayanan dan distribusi. Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat penyaluran BBM sekaligus membantu mengurai antrean yang sempat terjadi. Penguatan pasokan dan pengaturan layanan menjadi bagian dari upaya agar masyarakat dapat memperoleh bahan bakar dengan lebih mudah, terutama untuk menunjang mobilitas harian dan aktivitas ekonomi di berbagai kawasan Bali.
Pertamina Patra Niaga masih mempercepat proses pemulihan dengan mengoptimalkan koordinasi distribusi dan pelayanan di SPBU. Perusahaan berupaya menyesuaikan penyaluran dengan kebutuhan di lapangan, sembari memastikan pasokan dapat menjangkau lokasi yang memerlukan dukungan. Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi serta menggunakan BBM sesuai kebutuhan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan pembelian berlebihan yang berpotensi menambah tekanan pada layanan.
Berangsur landainya antrean menjadi tanda bahwa upaya penanganan mulai memberi dampak, tetapi pemulihan tetap berlangsung. Karena itu, pemantauan terhadap stok, distribusi, dan waktu pelayanan masih diperlukan agar perbaikan dapat berlanjut. Pertamina Patra Niaga menyatakan fokus pada kemudahan akses bagi konsumen, sementara masyarakat diharapkan memperoleh layanan yang semakin tertib. Kondisi belum dapat disebut sepenuhnya normal, sehingga perkembangan pasokan dan antrean di tiap SPBU tetap menjadi perhatian.
Untuk memperluas akses bahan bakar dan membantu mengurai antrean di Kota Denpasar, Pertamina meningkatkan kapasitas Pertamina Delivery Service (PDS). Layanan ini menyediakan penjualan Pertalite secara literan di sejumlah SPBU yang mengalami kepadatan antrean. Melalui skema tersebut, warga dapat membeli bahan bakar tanpa harus menunggu terlalu lama dalam antrean kendaraan di area pengisian reguler. Pertalite yang disalurkan melalui PDS diperkirakan mencapai sekitar 5.000 liter setiap hari.
Kapasitas layanan ditingkatkan mulai Jumat, 16 Oktober 2026, agar penyaluran dapat menjangkau lebih banyak warga. Penambahan kapasitas ini ditujukan untuk merespons kebutuhan pengendara di tengah tingginya permintaan, sekaligus mendukung kelancaran pelayanan di SPBU. Dengan tersedianya pilihan pembelian secara literan, sebagian kebutuhan masyarakat diharapkan dapat dilayani melalui jalur tambahan, sehingga antrean pada jalur pengisian utama berangsur berkurang.
Titik layanan yang disebutkan mencakup SPBU Teras Ayung, Nangka Utara, Kesiman, Trenggana, Hayam Wuruk, Antasura, Renon, dan Imam Bonjol. Penempatan layanan di SPBU-SPBU tersebut memungkinkan penyaluran dilakukan di sejumlah kawasan Denpasar, terutama lokasi yang memerlukan dukungan tambahan. Pengendara dapat mendatangi titik yang tersedia untuk memperoleh Pertalite, dengan tetap mengikuti ketentuan pembelian yang berlaku di masing-masing layanan.
Pembelian melalui PDS dibatasi maksimal tiga liter untuk setiap pengendara sepeda motor. Pembayaran dilakukan secara tunai. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari pengaturan penjualan agar distribusi dapat berlangsung tertib dan bahan bakar yang tersedia bisa menjangkau lebih banyak pengguna. Warga yang menggunakan layanan perlu memperhatikan batas volume tersebut serta menyiapkan pembayaran tunai ketika melakukan transaksi.
Pertamina akan mengevaluasi lokasi penyaluran dan menyesuaikannya dengan keadaan serta kebutuhan di lapangan. Penyesuaian dapat mempertimbangkan kondisi antrean dan perkembangan permintaan di setiap wilayah, sehingga layanan tambahan ditempatkan sesuai prioritas. Dengan peningkatan kapasitas dan pemantauan berkala, penjualan Pertalite secara literan diharapkan menjadi dukungan praktis bagi warga sekaligus membantu memperlancar pelayanan BBM di Denpasar.
Kapal pengangkut BBM kembali tiba untuk memperkuat ketersediaan stok di Bali. Kedatangan ini menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan energi tetap tersedia ketika antrean di sejumlah SPBU mulai terurai dan kebutuhan masyarakat perlu dilayani secara berkelanjutan. Tambahan pasokan dari jalur laut memberi dukungan bagi persediaan yang kemudian disalurkan ke berbagai wilayah. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan distribusi, sehingga stok dapat diarahkan ke titik-titik layanan yang memerlukannya. Penguatan pasokan tidak hanya bergantung pada kedatangan kapal, tetapi juga pada kelancaran penanganan BBM setelah diterima dan kesiapan sarana penyaluran menuju SPBU.
Untuk mempercepat pengiriman, operasional terminal dan mobil tangki dimaksimalkan dalam menyalurkan tambahan pasokan. Terminal berperan dalam menerima dan menyiapkan BBM sebelum didistribusikan, sementara mobil tangki mengantarkannya ke SPBU sesuai kebutuhan. Pengaturan kegiatan tersebut membantu menjaga alur penyaluran tetap berjalan dan mendukung respons terhadap permintaan di lapangan. Dengan koordinasi pada setiap tahap, tambahan stok dapat bergerak melalui jalur distribusi secara lebih efektif. Upaya ini juga menjadi penopang bagi layanan SPBU, terutama ketika pasokan perlu segera diteruskan agar ketersediaan BBM dapat dijaga di tengah perubahan kebutuhan masyarakat.
Pemantauan stok dan distribusi dilakukan secara intensif untuk memastikan kesinambungan pasokan di berbagai wilayah Bali. Pergerakan persediaan dan kebutuhan penyaluran terus diperhatikan agar langkah distribusi dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pengawasan tersebut mendukung pengaturan pengiriman melalui terminal dan mobil tangki, sekaligus membantu mengidentifikasi kebutuhan layanan SPBU. Dengan memantau alur pasokan secara berkelanjutan, penyaluran diharapkan tetap terjaga dan tidak terputus. Kapal yang kembali tiba, kesiapan operasional terminal, serta dukungan mobil tangki menjadi bagian dari rangkaian langkah untuk memperkuat ketersediaan BBM dan menjaga pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah yang membutuhkan.
Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta berbagai pemangku kepentingan terkait untuk mendukung kelancaran distribusi BBM di Bali. Koordinasi ini mencakup pemantauan kondisi di lapangan dan komunikasi mengenai kebutuhan pasokan, sehingga langkah penanganan dapat disesuaikan dengan situasi yang berkembang. Keterlibatan pihak-pihak terkait juga penting untuk membantu menjaga ketertiban di sekitar SPBU dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berlangsung dengan aman. Perusahaan menyampaikan bahwa upaya tersebut diarahkan untuk mendukung distribusi yang tertib sekaligus menjaga situasi tetap kondusif selama antrean masih menjadi perhatian.
Efektivitas langkah penanganan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan antrean dan kebutuhan masyarakat. Pemantauan dilakukan agar penyesuaian layanan maupun distribusi dapat mempertimbangkan kondisi aktual, termasuk perubahan jumlah kendaraan yang datang dan kebutuhan BBM di wilayah terkait. Evaluasi berkelanjutan ini menjadi bagian dari koordinasi dengan para pihak, bukan penetapan satu langkah yang berlaku tanpa melihat perkembangan di lapangan. Dengan demikian, keputusan operasional dapat mengikuti situasi yang berubah, sementara masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang jelas mengenai pelayanan dan distribusi. Pernyataan Kitty Andhora mengenai penanganan situasi tersebut sejalan dengan pentingnya koordinasi, pemantauan, dan evaluasi sesuai kebutuhan.
Pertamina Patra Niaga mengimbau warga untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan. Masyarakat juga diminta mengikuti ketentuan pembelian yang berlaku, serta menggunakan layanan dan informasi resmi untuk mengetahui perkembangan distribusi BBM di Bali. Mematuhi aturan membantu menjaga pelayanan tetap tertib dan memberi kesempatan bagi kebutuhan pengguna lain untuk dilayani. Warga sebaiknya memeriksa informasi melalui kanal resmi perusahaan atau menghubungi layanan yang tersedia apabila membutuhkan penjelasan, alih-alih menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Kepatuhan terhadap ketentuan, pembelian secara wajar, dan pemanfaatan informasi resmi dapat mendukung upaya bersama menjaga distribusi berjalan lancar. Perusahaan mengajak masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan petugas di SPBU, dan menyampaikan kebutuhan atau kendala melalui saluran komunikasi yang tepat.
Baca juga: Pastikan Pasokan Air Tetap Siaga, Satgas Pam Irigasi Embung Jokowi Lanud Sjamsudin Noor Rawat Kesiapan Pompa Untuk Penanganan Karhutla | Rekomendasi Layanan Top Up E-Wallet Murah dan Cepat, Bebas Ribet | Pasokan Beras ASN Tiba di Yahukimo, Diangkut Hercules C-130 TNI AU

