Jakarta | Rivas Manuhutu merupakan pemain muda berusia 19 tahun yang berkarier bersama PSV Eindhoven dan memiliki darah Maluku. Namanya menarik untuk diperhatikan ketika membahas regenerasi pemain bertahan Timnas Indonesia, terutama di sisi kiri. Pada usia yang masih muda, Manuhutu memiliki ruang untuk berkembang dan menambah pengalaman, sementara kiprahnya di lingkungan sepak bola Belanda memberinya kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam persaingan yang kompetitif. Namun, potensinya tetap perlu dinilai melalui perkembangan dan penampilannya dari waktu ke waktu.
Manuhutu dikenal bermain sebagai bek kiri dengan kaki dominan kiri, karakteristik yang relevan untuk mengisi sisi pertahanan tersebut. Ia juga dapat ditempatkan sebagai bek tengah, sehingga memiliki fleksibilitas posisi yang berguna bagi tim. Kemampuan bermain di dua area itu membuka lebih dari satu kemungkinan pemanfaatan, tetapi bukan berarti ia sudah pasti akan menempati peran tertentu di level senior. Adaptasi, konsistensi, serta pengalaman menghadapi berbagai situasi pertandingan akan menjadi bagian penting dalam proses perkembangannya.
Perbincangan mengenai Manuhutu kerap mengingatkan pada Calvin Verdonk, terutama karena kesamaan posisi dan profil sebagai pemain bertahan berkaki kiri. Verdonk saat ini menjadi salah satu andalan di sisi kiri pertahanan Indonesia dan bermain untuk Lille. Ia dikenal mampu menjalankan tugas bertahan sekaligus membantu serangan, sehingga kehadirannya memberi keseimbangan di jalur tersebut. Kemiripan itu dapat menjadi sudut pandang untuk melihat kualitas yang mungkin dikembangkan Manuhutu, bukan dasar untuk menyebutnya sebagai pengganti Verdonk yang sudah pasti.
Bagi Indonesia, memantau pemain muda dengan fleksibilitas seperti Manuhutu dapat menjadi bagian dari perhatian jangka panjang terhadap regenerasi. Bek kiri yang nyaman menggunakan kaki kiri dapat membantu menjaga lebar permainan, sedangkan kemampuannya bermain di tengah memberi opsi tambahan dalam penyusunan lini belakang. Meski demikian, perjalanan dari pemain muda di PSV menuju peluang membela tim nasional tentu membutuhkan pembuktian bertahap. Penilaian yang wajar perlu memperhatikan menit bermain, peningkatan kemampuan bertahan, kontribusinya saat membantu serangan, serta kesiapan menghadapi tuntutan kompetisi senior. Karena itu, Manuhutu layak dipantau sebagai prospek, tanpa menetapkan ekspektasi berlebihan terhadap masa depannya.
Rivas Manuhutu lahir di Vlaardingen, Belanda, pada 2 Juli 2007. Ia tumbuh dalam lingkungan sepak bola Belanda dan dikenal sebagai bek muda yang menarik perhatian berkat perkembangannya bersama PSV. Di luar perjalanan kariernya, latar keluarga Manuhutu juga menjadi bagian yang menarik untuk dicermati. Ia disebut memiliki darah Maluku yang berasal dari keluarga ayahnya. Informasi mengenai asal-usul ini menghubungkan kisahnya dengan Indonesia, meskipun Manuhutu lahir dan menjalani karier sepak bolanya di Belanda.
Akar keluarga dari pihak ayah disebut berada di Negeri Haria, sebuah desa di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Keterangan tersebut menempatkan keluarga Manuhutu dalam konteks sejarah dan budaya masyarakat Maluku, wilayah yang memiliki hubungan panjang dengan diaspora di Belanda. Bagi sebagian penggemar sepak bola Indonesia, informasi tentang garis keturunan pemain berdarah Indonesia di luar negeri kerap memunculkan ketertarikan. Namun, asal keluarga dan identitas keturunan sebaiknya dipahami sebagai latar belakang, bukan sebagai bukti bahwa seorang pemain telah menentukan pilihan untuk membela tim nasional tertentu.
Dengan latar tersebut, Manuhutu berpotensi masuk dalam pemantauan PSSI sebagai salah satu pemain diaspora yang memiliki hubungan keluarga dengan Indonesia. Potensi pemantauan itu tidak sama dengan kepastian proses naturalisasi, pemanggilan, ataupun keputusan untuk memperkuat tim nasional Indonesia. Hingga ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun pernyataan langsung dari pemain, belum tepat untuk menyimpulkan bahwa ia akan membela Indonesia. Perkembangan kariernya di PSV, informasi mengenai status kewarganegaraan, serta sikap pribadi Manuhutu akan menjadi hal penting untuk diketahui. Untuk saat ini, kaitan Malukunya memberi alasan bagi publik untuk mengikuti perjalanannya, sambil tetap membedakan kemungkinan dan keputusan yang telah dikonfirmasi.
Sebelum dikenal sebagai bek muda PSV, Rivas Manuhutu menempuh jalur pembinaan di sejumlah akademi sepak bola Belanda. Ia mengasah kemampuan di Sparta Rotterdam, kemudian melanjutkan perkembangannya di Feyenoord. Pengalaman di dua lingkungan pembinaan tersebut menjadi bagian penting dari fondasi permainannya, sekaligus memberinya kesempatan untuk beradaptasi dengan tuntutan sepak bola usia muda yang kompetitif.
Perjalanan itu berlanjut pada 2022, ketika Manuhutu bergabung dengan PSV. Kepindahan tersebut membuka tahap baru dalam kariernya di salah satu klub yang dikenal memiliki sistem pembinaan pemain muda terstruktur. Di PSV, ia terus menjalani proses pengembangan sebagai pemain bertahan, dengan tuntutan untuk meningkatkan pemahaman taktik, kemampuan membaca permainan, serta konsistensi dalam menghadapi lawan.
Perkembangannya membawanya memperoleh tempat di skuad U-19 PSV. Keberadaan di kelompok usia tersebut menandai kemajuan dalam perjalanan pembinaannya, karena ia berlatih dan bertanding pada level yang menuntut kesiapan lebih tinggi. Selain kompetisi domestik, Manuhutu juga mendapat kesempatan tampil di UEFA Youth League, ajang antarklub Eropa yang mempertemukan tim-tim muda dari berbagai negara.
Pengalaman di turnamen itu memberinya ruang untuk menguji kemampuan menghadapi pemain seusia dari klub-klub Eropa lainnya. Laga dengan intensitas dan karakter lawan yang beragam dapat menjadi bagian berharga dari proses belajar seorang pemain muda, terutama bagi bek yang perlu mengambil keputusan cepat dan menjaga organisasi pertahanan. Kesempatan tersebut juga menambah paparan Manuhutu terhadap lingkungan kompetisi internasional pada level junior.
PSV menunjukkan komitmen terhadap perkembangannya dengan memperpanjang kontrak pada 27 Mei 2025. Melalui kesepakatan tersebut, Manuhutu terikat dengan klub hingga Juni 2027. Perpanjangan ini memberikan kesinambungan bagi proses pembinaannya di Eindhoven dan menjadi tanda bahwa klub masih menempatkannya dalam rencana pengembangan. Perjalanan dari akademi Sparta Rotterdam dan Feyenoord menuju skuad U-19 PSV memperlihatkan tahapan yang telah dilaluinya; perkembangan berikutnya akan bergantung pada kemajuan serta kesempatan yang ia raih di lapangan.
Rivas Manuhutu mulai mencatatkan pengalaman di level senior ketika menjalani debut profesional bersama Jong PSV pada 31 Januari 2025. Bek muda tersebut tampil dalam pertandingan melawan FC Emmen di Eerste Divisie, kompetisi kasta kedua sepak bola Belanda. Laga itu menjadi tonggak penting dalam peralihannya dari sepak bola junior menuju persaingan yang menuntut kesiapan fisik, konsistensi, dan pengambilan keputusan lebih cepat.
Debut tersebut memberi Manuhutu kesempatan merasakan intensitas pertandingan profesional bersama tim pengembangan PSV. Jong PSV menjadi jalur bagi pemain muda klub untuk memperoleh menit bermain menghadapi lawan senior, sekaligus mengembangkan kemampuan dalam lingkungan kompetitif. Bagi seorang bek, pengalaman seperti ini mencakup berbagai tuntutan, mulai dari membaca pergerakan lawan hingga menjaga koordinasi dengan rekan setim di bawah tekanan pertandingan.
Perkembangannya juga menarik perhatian KNVB, federasi sepak bola Belanda, yang memantau pemain-pemain muda melalui jenjang tim nasional. Sebelum mencapai kelompok U-19, Manuhutu lebih dahulu mengumpulkan pengalaman di level junior. Proses tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal standar dan tuntutan sepak bola internasional kelompok usia, serta beradaptasi dengan gaya bermain dan lingkungan yang berbeda dari kompetisi klub.
Manuhutu kemudian menembus Timnas Belanda U-19, sebuah pencapaian yang menandai pengakuan atas perkembangannya sebagai pemain muda. Pemanggilan atau keterlibatan pada level ini menempatkannya dalam kelompok pemain yang dipertimbangkan untuk mewakili Belanda di kompetisi usia muda. Bagi seorang bek, kesempatan tersebut juga menjadi ruang untuk berlatih dan bertanding bersama pemain seusia dari berbagai klub, sambil memperkuat pemahaman taktik dalam sistem tim nasional.
Debut profesional bersama Jong PSV.
Baca juga: Hoki Terus Mengalir, Ini 7 Shio yang Konon Mudah Menarik Rezeki | Hoki Berlapis! Ini 3 Weton yang Konon Mudah Menarik Rezeki | Karier dapat mengalami perkembangan, termasuk kemungkinan memperoleh tanggung jawab baru atau kesempatan kerja yang lebih menarik

