Suroso Isnand ar Pimpin PLN, Pemulihan Listrik Batam Jadi Sorotan

oleh -33 Dilihat
oleh
Suroso Isnand ar Pimpin PLN, Pemulihan Listrik Batam Jadi Sorotan

Batam | Suroso Isnandar diangkat sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero), menggantikan Darmawan Prasodjo. Informasi mengenai pergantian pimpinan perusahaan tersebut disampaikan Komisaris Independen PLN Andi Arief pada Rabu, 14 Oktober 2026. Dengan penetapan ini, Suroso akan memimpin PLN setelah Darmawan, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur utama. Keterangan yang disampaikan Andi Arief menjadi informasi utama mengenai perubahan pada posisi tertinggi di jajaran manajemen perusahaan listrik negara itu.

Keputusan pengangkatan Suroso ditetapkan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PLN. Rapat tersebut digelar secara daring melalui aplikasi Zoom. Seluruh direksi dan komisaris PLN hadir dalam pertemuan itu, bersama Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata. Kehadiran para unsur perusahaan dan pejabat tersebut merupakan bagian dari rapat yang menetapkan pergantian direktur utama. Informasi yang tersedia menyebutkan forum, cara pelaksanaan, serta pihak-pihak yang mengikuti rapat, tanpa menguraikan hal lain mengenai jalannya pembahasan.

RUPSLB menjadi forum tempat keputusan mengenai posisi direktur utama itu ditetapkan. Pengumuman pada 14 Oktober 2026 menandai tersampaikannya informasi pergantian dari Darmawan Prasodjo kepada Suroso Isnandar. Dalam pemberitaan ini, fakta yang dapat dipastikan mencakup nama pejabat yang diangkat, nama pejabat yang digantikan, waktu penyampaian informasi, serta penyelenggaraan rapat melalui Zoom. Andi Arief menyampaikan keterangan tersebut dalam kapasitasnya sebagai Komisaris Independen PLN. Tidak ada rincian tambahan mengenai alasan pergantian maupun tahapan lain yang disampaikan dalam informasi tersebut, sehingga uraian mengenai keputusan ini dibatasi pada fakta yang telah disebutkan. Dengan demikian, penetapan Suroso sebagai direktur utama dapat dikaitkan langsung dengan keputusan RUPSLB, sementara informasi mengenai peralihan kepemimpinan PLN tetap berlandaskan keterangan resmi yang disampaikan kepada publik.

Selain menjalankan tugas sebagai Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar untuk sementara tetap memegang jabatan yang sebelumnya diembannya, yakni Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. Dengan demikian, selama masa peralihan ini ia menjalankan dua tanggung jawab sekaligus di lingkungan perusahaan. Informasi tersebut menjelaskan bahwa penunjukan sebagai direktur utama belum langsung diikuti dengan pelepasan jabatan lamanya. Kedua posisi itu masih berada dalam tanggung jawab Suroso sampai ada pejabat definitif yang ditetapkan untuk mengisi jabatan Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan.

Rangkap jabatan tersebut bersifat sementara, bukan perubahan permanen pada susunan jabatan yang bersangkutan. Suroso tetap menjalankan fungsi direktur utama, sementara tugas pada posisi sebelumnya juga masih melekat untuk sementara waktu. Pengaturan ini berlaku hingga PLN menetapkan pengganti definitif bagi jabatan lamanya. Artinya, masa berlakunya tidak dijelaskan berdasarkan tanggal tertentu, melainkan terkait dengan tersedianya pejabat pengganti yang resmi. Selama belum ada penetapan tersebut, kedua posisi itu tetap dijalankan oleh Suroso sebagaimana disebutkan dalam sumber.

Sumber yang tersedia tidak menyebutkan kapan pengganti definitif akan ditetapkan. Karena itu, belum ada dasar untuk menyimpulkan jadwal pergantian atau menyebut nama calon yang akan mengisi posisi tersebut. Informasi yang dapat dipastikan hanya bahwa Suroso sementara merangkap jabatan Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan di samping tugasnya sebagai Direktur Utama PLN, dan rangkap jabatan itu akan berlangsung sampai ada pengganti definitif. Kepastian mengenai waktu maupun pejabat yang akan ditunjuk baru dapat disampaikan setelah keputusan resmi ditetapkan. Penjelasan ini membedakan hal yang telah diumumkan dari hal yang belum disampaikan, sehingga pembaca tidak menganggap masa jabatan sementara tersebut memiliki tenggat yang sudah dipastikan. Untuk saat ini, status pengganti tetap belum diketahui berdasarkan keterangan yang ada.

Andi Arief menyampaikan apresiasi atas pengabdian Darmawan Prasodjo selama memimpin PT PLN (Persero). Penghargaan tersebut terutama ditujukan pada kiprah Darmawan dalam mendorong berbagai transformasi di perusahaan. Apresiasi ini menempatkan masa kepemimpinannya sebagai bagian penting dari upaya perubahan PLN, sekaligus mengakui kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tanggung jawab tersebut. Dalam perusahaan yang memiliki peran besar bagi kehidupan masyarakat dan kegiatan ekonomi, kepemimpinan serta arah perubahan menjadi perhatian publik. Karena itu, catatan mengenai pengabdian Darmawan dan transformasi yang dipimpinnya menjadi relevan saat terjadi pergantian kepemimpinan.

Transformasi yang berlangsung di PLN menjadi salah satu aspek utama dari apresiasi itu. Andi menyoroti langkah-langkah perubahan yang dilakukan perusahaan di bawah kepemimpinan Darmawan, tanpa mengabaikan kesinambungan pekerjaan yang masih perlu dijalankan. Perubahan dalam organisasi besar membutuhkan komitmen, arah yang jelas, dan proses berkelanjutan. Pengakuan terhadap upaya tersebut juga menunjukkan bahwa hasil transformasi tidak semestinya dipandang sebagai pekerjaan satu periode semata. Fondasi yang telah dibangun perlu dijaga dan dikembangkan agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh perusahaan maupun masyarakat yang bergantung pada layanan kelistrikan.

Seiring Suroso Isnand memimpin PLN, Andi berharap transformasi yang telah dijalankan dapat diteruskan. Harapan itu menegaskan pentingnya kesinambungan dalam agenda perusahaan, terutama ketika kepemimpinan berganti. Melanjutkan transformasi bukan berarti mengabaikan tantangan baru, melainkan menjaga capaian yang ada sembari menyesuaikan langkah dengan kebutuhan PLN ke depan. Bagi Suroso, pesan tersebut menjadi perhatian tentang harapan terhadap arah kepemimpinan berikutnya. Apresiasi kepada Darmawan dan harapan bagi Suroso bertemu pada satu pokok: perubahan yang telah dimulai perlu memperoleh kelanjutan. Dengan demikian, masa transisi dapat menjadi kesempatan untuk mempertahankan momentum, menilai kebutuhan perusahaan, dan memastikan agenda transformasi tetap menjadi bagian dari perjalanan PLN.

Perhatian terhadap pemulihan listrik Batam dan Bintan muncul di tengah proses pergantian pimpinan PT PLN. Sebelum resmi menggantikan Darmawan, Suroso Isnandar dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Presiden, Jakarta, pada Rabu sore. Pertemuan itu turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, serta CEO Danantara, Rosan Roeslani. Agenda tersebut berlangsung ketika gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah Kepulauan Riau menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah.

Usai pertemuan, Suroso menyampaikan bahwa pasokan listrik di Batam telah pulih 100 persen. Pernyataan itu menandai bahwa layanan di kota tersebut telah kembali normal setelah upaya penanganan gangguan. Namun, kondisi di Bintan masih dalam proses pemulihan. Suroso menyebut pemulihan dilakukan secara bertahap, dengan sebagian wilayah masih menunggu pasokan kembali dan akan menyusul setelah penanganan berjalan. Karena itu, perkembangan di Batam belum sepenuhnya menggambarkan keadaan seluruh kawasan yang terdampak.

Bahlil menjelaskan bahwa gangguan tersebut dipicu persoalan teknis pada sistem kelistrikan setempat. Dalam keterangannya, ia menyebut beberapa kemungkinan faktor, lain sambaran petir, masalah pada jaringan, serta dugaan gangguan yang melibatkan hewan, seperti kelelawar. Penjelasan itu merupakan keterangan Bahlil mengenai faktor-faktor yang diduga berkaitan dengan gangguan, bukan penetapan bahwa seluruhnya telah dipastikan sebagai penyebab. Pemeriksaan dan penanganan teknis menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi jaringan dan memulihkan layanan secara bertahap.

Dengan Batam dinyatakan pulih sepenuhnya, perhatian berikutnya tertuju pada penyelesaian pemulihan di Bintan serta wilayah lain yang masih terdampak. Perkembangan ini juga menjadi tantangan awal bagi Suroso menjelang perannya secara resmi memimpin PLN. Masyarakat di wilayah yang belum kembali menerima pasokan normal masih menantikan pembaruan mengenai proses perbaikan dan jadwal pemulihan. Sementara itu, keterangan pemerintah dan PLN mengenai keadaan sistem diperlukan untuk memberi gambaran yang jelas tentang langkah penanganan setelah gangguan.

Baca juga: Kondisi itu terjadi ketika lembaga tersebut tengah berupaya membenahi tata kelola program yang selama ini menjadi sorotan