Netflix Pangkas Sekitar Seribu Pekerja di Tengah Persaingan Streaming

oleh -93 Dilihat
oleh
Netflix Pangkas Sekitar Seribu Pekerja di Tengah Persaingan Streaming

Jakarta | Netflix berencana memberhentikan sekitar enam persen dari total tenaga kerjanya, atau kurang lebih 1.000 orang. Rencana pengurangan tersebut menjadi inti kabar terbaru mengenai perusahaan layanan streaming itu, yang bergerak di tengah persaingan ketat dalam industri hiburan digital. Angka tersebut masih disampaikan sebagai perkiraan, tetapi memberi gambaran mengenai skala perubahan yang direncanakan perusahaan. Informasi yang tersedia menyebutkan persentase dan jumlah pekerja yang diperkirakan terdampak, tanpa memerinci nama individu ataupun jumlah pasti pada setiap bagian.

Pemangkasan terutama menyasar posisi di bidang produk, teknologi, hukum, dan sumber daya manusia. Dengan cakupan lintas fungsi tersebut, rencana ini tidak terbatas pada satu kelompok pekerjaan saja. Namun, informasi yang disampaikan belum menjelaskan pembagian jumlah pengurangan di masing-masing bidang, maupun rincian jabatan yang akan terkena dampak. Karena itu, angka sekitar 1.000 orang sebaiknya dipahami sebagai perkiraan untuk keseluruhan rencana, bukan sebagai jumlah yang telah dirinci per departemen. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai proses pelaksanaan atau jadwal perubahan tenaga kerja.

Keputusan tersebut disampaikan kepada staf melalui memo internal pada hari Rabu. Kabar mengenai rencana pengurangan tenaga kerja itu kemudian muncul pada Kamis, 15 Oktober 2026. Urutan waktu tersebut membedakan pemberitahuan internal perusahaan dari publikasi kabar yang beredar sehari setelahnya. Memo itu menjadi saluran yang digunakan untuk menyampaikan keputusan kepada staf, sementara informasi yang tersedia tidak memuat kutipan lebih rinci mengenai isi komunikasi tersebut. Dengan demikian, rincian yang dapat dipastikan dalam laporan ini terbatas pada rencana, perkiraan skala pemangkasan, bidang yang paling terdampak, serta waktu penyampaiannya.

Belum ada keterangan dalam informasi yang tersedia mengenai lokasi para pekerja yang terdampak. Karena itu, pengumuman ini tidak dapat ditafsirkan sebagai bukti bahwa pemangkasan berlangsung di Indonesia atau di negara tertentu. Pengurangan tenaga kerja yang direncanakan Netflix perlu dipahami sesuai cakupan yang telah disebutkan, tanpa menambahkan lokasi atau rincian lain yang belum dikonfirmasi. Angka sekitar enam persen dan kurang lebih 1.000 orang menggambarkan besarnya rencana secara umum, sedangkan dampak terhadap staf secara individual masih belum dijelaskan dalam keterangan tersebut.

Dalam memo yang menjelaskan langkah efisiensi, co-CEO Netflix Ted Sarandos dan Greg Peters menempatkan keputusan tersebut dalam konteks cara perusahaan mengelola sumber dayanya. Mereka menyatakan bahwa misi Netflix untuk menghibur dunia menuntut perusahaan menetapkan prioritas secara disiplin, termasuk dalam menentukan bagaimana tenaga kerja dan sumber daya dialokasikan. Pesan itu menekankan pentingnya memastikan upaya perusahaan terarah pada prioritas yang dianggap paling penting bagi misi tersebut.

Menurut kedua pimpinan, disiplin dalam menentukan prioritas tidak berarti bahwa bisnis Netflix sedang melemah. Mereka menggambarkan bisnis perusahaan sebagai kuat dan terus berkembang. Dalam memo tersebut, Sarandos dan Peters juga menegaskan bahwa Netflix masih berada di jalur untuk memenuhi perkiraan setahun penuh. Dengan demikian, pernyataan mengenai efisiensi disampaikan bersamaan dengan keyakinan mereka terhadap kondisi usaha dan proyeksi perusahaan.

Para pimpinan itu turut menegaskan bahwa Netflix akan tetap berinvestasi secara agresif pada bidang-bidang yang dinilai memiliki dampak tinggi. Investasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan layanan yang diberikan kepada pelanggan, mendorong pertumbuhan perusahaan, serta mendukung inovasi. Penekanan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya secara cermat berjalan beriringan dengan komitmen untuk terus mengembangkan bisnis dan layanannya.

Memo tersebut memaparkan dua hal yang menurut Sarandos dan Peters perlu dijalankan secara bersamaan: perusahaan harus disiplin menentukan prioritas bagi tenaga kerja dan sumber dayanya, tetapi tetap mengalokasikan investasi secara kuat pada area berdampak tinggi. Mereka mengaitkan pendekatan itu dengan misi Netflix, kondisi bisnis yang dinilai sehat, dan target setahun penuh yang masih dapat dicapai. Pernyataan tersebut menjadi penjelasan strategis pimpinan mengenai arah perusahaan di tengah perubahan jumlah pekerja, tanpa mengubah komitmen terhadap peningkatan layanan, pertumbuhan, dan inovasi.

Persaingan di industri streaming semakin ketat, dan Netflix menghadapi tantangan dari berbagai jenis platform serta perubahan strategi para pesaing. YouTube disebut sebagai ancaman terbesar bagi perusahaan karena jangkauannya yang luas dan kemampuannya menarik perhatian penonton. Persaingan tidak hanya datang dari layanan berlangganan yang menawarkan serial dan film, tetapi juga dari platform video yang bersaing untuk mendapatkan waktu dan minat audiens. Situasi ini membuat Netflix perlu terus mempertahankan daya tarik layanannya di tengah pilihan hiburan yang semakin beragam.

Di sisi lain, entitas gabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery berencana mengintegrasikan layanan Paramount dan HBO Max. Langkah tersebut berpotensi menyatukan katalog dan memperkuat penawaran bagi pelanggan, sehingga menambah tekanan terhadap Netflix. Konsolidasi layanan juga menunjukkan bahwa perusahaan media berupaya menyesuaikan diri dengan pasar yang kompetitif. Bagi penonton, pilihan yang tersedia terus berkembang, sedangkan bagi platform, kemampuan menghadirkan konten yang relevan dan mempertahankan pelanggan menjadi semakin penting.

Dalam beberapa tahun terakhir, Netflix memperluas ragam kontennya untuk menjangkau lebih banyak penonton. Perusahaan memasuki siaran olahraga langsung, mengembangkan dokumenter, serta menawarkan permainan video. Perluasan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun layanan yang tidak terbatas pada serial dan film. Namun, menambah jenis konten belum tentu dengan sendirinya menghasilkan pertumbuhan yang diharapkan. Perusahaan tetap perlu menghadirkan program yang mampu menarik perhatian luas dan mendorong orang untuk berlangganan atau tetap menggunakan platformnya.

Salah satu tantangan yang disebut adalah kurangnya hit fenomenal seperti Stranger Things dan Squid Game. Kedua judul itu sebelumnya membantu mendongkrak penayangan sekaligus pertumbuhan pelanggan. Ketika tidak ada tontonan dengan dampak serupa, Netflix menghadapi tekanan untuk menemukan keberhasilan baru di tengah persaingan yang semakin ramai. Dalam konferensi Bloomberg Screentime, CEO bersama Ted Sarandos mengatakan bahwa perusahaan tidak tumbuh secepat yang ia inginkan. Komentar tersebut menggambarkan jarak ambisi pertumbuhan Netflix dan hasil yang dicapai, sekaligus menegaskan tantangan mempertahankan momentum ketika pesaing memperluas penawaran dan perhatian penonton tersebar ke banyak platform.

Netflix menyatakan tidak memiliki komentar tambahan mengenai pengurangan tenaga kerja selain memo yang telah disampaikan oleh kedua co-CEO perusahaan. Pernyataan tersebut membatasi informasi resmi yang tersedia mengenai langkah itu, sementara perusahaan bersiap menyampaikan laporan keuangan kuartalan. Netflix dijadwalkan melaporkan pendapatan pada 20 Oktober. Laporan tersebut akan menjadi kesempatan berikutnya bagi perusahaan untuk memberikan informasi mengenai kinerja bisnisnya kepada publik dan membahas perkembangan yang relevan dengan hasil kuartal. Hingga saat itu, keterangan perusahaan tentang pemangkasan pekerja tetap merujuk pada memo para pimpinan bersama.

Perkembangan ini berlangsung ketika sejumlah perusahaan media dan hiburan menghadapi tekanan untuk menata biaya dan operasional di tengah persaingan layanan streaming. Pada bulan sebelumnya, Disney mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 300 karyawan. Menurut informasi yang tersedia, sebagian besar pengurangan di Disney menyasar bidang sumber daya manusia serta posisi teknologi. Keterangan tersebut menggambarkan area kerja yang terdampak dalam kebijakan perusahaan itu, tetapi tidak menjelaskan secara rinci dampaknya terhadap setiap tim atau lokasi. Angka yang diumumkan Disney juga merujuk pada langkah tersendiri yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Jumlah dan cakupan pemangkasan Disney tidak dapat disamakan dengan langkah Netflix. Pengumuman Disney mencakup sekitar 300 karyawan, sedangkan berita mengenai Netflix menyebut pengurangan sekitar seribu pekerja.

Baca juga: Dianggap ‘Red Flag’, 5 Pekerjaan Ini Enggan Diberikan Baby Boomer dan Gen X kepada Pekerja Gen Z | Lagu ‘BiiiG’ Membuat Lagu BIGBANG Lainnya Mengalami Lonjakan Streaming Sebesar 333 Persen