Aksi Pamer Kelamin di Depan Panti Asuhan Putri Bandar Lampung Diselidiki

oleh -93 Dilihat
oleh
Aksi Pamer Kelamin di Depan Panti Asuhan Putri Bandar Lampung Diselidiki

Kota Bandar Lampung | Seorang pria diduga melakukan aksi pamer alat kelamin di depan Panti Asuhan Putri Al In Yasmuba, Kota Bandar Lampung, Lampung. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Selasa, 13 Oktober 2026, di area depan atau sekitar gerbang panti asuhan. Dugaan tindakan itu menjadi perhatian karena lokasi tersebut merupakan tempat tinggal dan pengasuhan bagi perempuan.

Panti Asuhan Putri Al In Yasmuba dihuni seluruhnya oleh perempuan. Karena itu, kejadian yang diduga berlangsung di depan lingkungan panti tersebut menimbulkan kekhawatiran dan segera dicermati oleh pihak pengurus. Informasi mengenai peristiwa itu masih berkaitan dengan dugaan aksi yang terlihat di sekitar gerbang, tanpa keterangan lebih lanjut mengenai identitas pria yang diduga terlibat maupun alasan di balik tindakannya.

Saat kejadian berlangsung, pengurus panti sempat merekam peristiwa tersebut. Rekaman itu disiapkan untuk menjadi bukti pendukung dalam rencana pelaporan kepada polisi. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat membantu memberikan gambaran mengenai kejadian di depan panti asuhan, sekaligus menjadi bahan bagi pihak berwenang apabila laporan resmi disampaikan. Hingga tahap ini, perkara tersebut masih ditempatkan sebagai dugaan dan penanganannya direncanakan melalui jalur kepolisian.

Pengurus panti menyiapkan rekaman secara hati-hati agar informasi mengenai aksi tersebut dapat disampaikan kepada aparat secara tepat. Bukti visual itu tidak serta-merta menetapkan kesalahan seseorang, melainkan digunakan untuk mendukung pemeriksaan atas peristiwa yang dilaporkan. Penentuan fakta dan pihak yang bertanggung jawab tetap menjadi kewenangan polisi setelah menerima laporan serta melakukan penyelidikan.

Peristiwa di depan Panti Asuhan Putri Al In Yasmuba tersebut kini menjadi perhatian karena melibatkan lingkungan yang dihuni perempuan dan telah didokumentasikan oleh pengurus. Rencana pelaporan kepada polisi diharapkan dapat memberikan ruang bagi pemeriksaan berdasarkan bukti yang tersedia. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus akan bergantung pada hasil penanganan dan penyelidikan aparat berwenang.

Menurut keterangan Ayu Fathonah selaku pengurus panti, pria yang diduga melakukan aksi pamer alat kelamin itu datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor. Kedatangannya berlangsung di sekitar area depan panti asuhan putri di Bandar Lampung. Saat itu, pria tersebut berhenti atau berada di dekat pagar yang menjadi pembatas jalan dan lingkungan panti.

Ayu menjelaskan, setelah berada di depan pagar, pria itu diduga memperlihatkan alat kelaminnya kepada para penghuni panti. Peristiwa tersebut kemudian diketahui oleh pengurus dan penghuni yang berada di area panti. Keterangan itu menjadi bagian dari informasi awal yang disampaikan kepada pihak terkait untuk membantu penyelidikan mengenai kejadian tersebut.

Melihat tindakan itu, pengurus panti berteriak dan meminta pria tersebut segera pergi dari lokasi. Namun, berdasarkan penuturan Ayu, teriakan tersebut tidak langsung membuat pria itu meninggalkan area depan panti. Ia masih berada di sekitar tempat tersebut sehingga pengurus perlu mencari bantuan dari orang lain untuk mengusirnya.

Pengurus kemudian meminta bantuan seorang perempuan yang tinggal di sebelah panti. Setelah perempuan tersebut turut membantu mengusirnya, pria itu akhirnya meninggalkan lokasi dengan sepeda motornya. Ayu menyampaikan kronologi tersebut berdasarkan kejadian yang diketahui oleh pihak panti, sementara dugaan pelanggaran dan identitas pelaku masih menjadi bagian yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat. Pihak berwenang diharapkan memeriksa keterangan para saksi serta informasi lain yang dapat memperjelas rangkaian peristiwa di depan panti tersebut.

Pihak panti asuhan putri di Bandar Lampung berencana melaporkan dugaan aksi tak senonoh yang terjadi di depan lingkungan panti kepada kepolisian. Langkah tersebut diambil agar peristiwa dapat ditindaklanjuti melalui prosedur hukum serta menjadi bahan penyelidikan bagi aparat. Pihak panti berharap laporan itu membantu mengungkap rangkaian kejadian secara objektif tanpa mendahului hasil pemeriksaan. Pelaporan juga dinilai penting sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di sekitar tempat tinggal anak-anak.

Ayu menyampaikan kekhawatirannya terhadap kemungkinan dampak psikologis yang dialami anak-anak penghuni panti setelah melihat perilaku tersebut. Peristiwa semacam itu, apabila disaksikan secara langsung, berpotensi menimbulkan rasa takut, tidak nyaman, atau tekanan emosional pada anak. Dalam jangka lebih panjang, pengalaman tersebut juga dapat membekas sebagai trauma, terutama apabila anak merasa lingkungan tempat tinggalnya tidak lagi aman. Karena itu, pihak panti berupaya memberikan pendampingan dan menjaga kondisi penghuni agar tetap tenang.

Menurut Ayu, beberapa ciri pria yang diduga terlibat masih diingat. Ia juga mengingat sepeda motor yang digunakan saat berada di sekitar lokasi. Namun, wajah pria tersebut tidak terlihat jelas karena tertutup masker dan helm. Keterangan mengenai ciri-ciri itu akan disampaikan kepada polisi sebagai informasi awal dalam laporan, bukan sebagai kepastian mengenai identitas orang yang bersangkutan.

Pihak panti menyerahkan proses penelusuran kepada kepolisian dan berharap setiap pemeriksaan dilakukan secara cermat. Selain mendorong penanganan hukum, pengelola panti akan memperhatikan kebutuhan anak-anak yang merasa terganggu akibat kejadian tersebut. Koordinasi dengan pihak terkait juga dipandang perlu untuk memperkuat keamanan di sekitar panti, sehingga penghuni dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa cemas.

Kapolsek Sukarame, Kompol HD Pandiangan, menyatakan bahwa kepolisian sedang menyelidiki pria yang diduga melakukan aksi pamer kelamin di depan panti asuhan putri di Bandar Lampung. Penyelidikan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai peristiwa, termasuk waktu kejadian, lokasi, serta pihak yang diduga terlibat. Polisi juga perlu mengumpulkan keterangan dari orang-orang yang mengetahui atau melihat kejadian tersebut secara langsung.

Saat keterangan itu disampaikan, pihak panti asuhan belum membuat laporan resmi ke Mapolsek Sukarame. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikan langkah awal kepolisian. Petugas tetap menjalankan serangkaian penyelidikan untuk menelusuri informasi yang beredar dan memastikan fakta terkait dugaan tindakan tersebut. Proses ini dapat mencakup permintaan keterangan, pemeriksaan informasi pendukung, serta penelusuran terhadap identitas pria yang disebut berada di sekitar lokasi.

Kepolisian masih mengedepankan proses pemeriksaan sebelum menentukan langkah hukum berikutnya. Karena itu, perkara tersebut untuk sementara masih berstatus dugaan dan belum dapat disimpulkan sebagai tindak pidana yang dilakukan oleh orang tertentu. Hingga keterangan tersebut diberikan, belum ada informasi mengenai hasil akhir penyelidikan, penangkapan, maupun penetapan pelaku. Polisi diharapkan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah informasi dan keterangan yang diperlukan berhasil dikumpulkan serta diverifikasi.

Baca juga: Kewaspadaan dan Komunikasi Terpadu Jadi Kunci Latihan Force on Force SGS MARFOR Lampung 2026 | Marine Force Lampung Uji Kemampuan Tempur Jarak Dekat Serta Serangan Malam Di SGS 2026 | Pertajam Profesionalisme, Latgabma SGS 2026 Marfor-Lampung Gelar Latihan Menembak Malam Dan Scout Live Fire