Kecelakaan Beruntun di Dekat Jembatan Way Sekampung, Dua Pelajar Meninggal

oleh -51 Dilihat
oleh
Kecelakaan Beruntun di Dekat Jembatan Way Sekampung, Dua Pelajar Meninggal

Kabupaten Pringsewu | Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Pekon Podosari, di sekitar Jembatan Way Sekampung, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Insiden tersebut melibatkan lima kendaraan dan menimbulkan korban jiwa. Dua pelajar sekolah menengah pertama (SMP) meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara seorang remaja lainnya mengalami luka parah.

Peristiwa itu bermula ketika sebuah truk Fuso yang membawa muatan pasir melaju di ruas jalan tersebut. Truk kemudian menabrak kendaraan-kendaraan yang berada di depannya. Benturan beruntun terjadi dan melibatkan sejumlah kendaraan dalam rangkaian kecelakaan yang berlangsung di sekitar jembatan.

Kasat Lantas Polres Pringsewu Iptu Adi Wibowo membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan lima kendaraan tersebut. Keterangan itu disampaikannya pada Senin (12/10/2026). Ia menyebut, kecelakaan terjadi di Jalan Raya Pekon Podosari, wilayah yang berada tidak jauh dari Jembatan Way Sekampung.

Akibat tabrakan beruntun itu, dua pelajar SMP dinyatakan meninggal dunia di tempat. Kondisi tersebut menambah berat dampak kecelakaan, mengingat para korban berada dalam rombongan kendaraan yang terdampak hantaman truk bermuatan pasir. Seorang remaja lain juga mengalami luka parah dan memerlukan penanganan medis.

Petugas kepolisian selanjutnya melakukan penanganan di lokasi, termasuk mendata kendaraan yang terlibat serta mengevakuasi para korban. Kecelakaan tersebut menjadi perhatian karena terjadi di jalur utama sekitar Jembatan Way Sekampung dan melibatkan kendaraan berat serta beberapa kendaraan lain. Informasi mengenai penyebab pasti dan rangkaian tabrakan masih menjadi bagian dari pemeriksaan kepolisian.

Kronologi awal kecelakaan beruntun tersebut bermula ketika truk Fuso bernomor polisi BE 8412 AUH melaju dari arah Kecamatan Sukoharjo menuju Kecamatan Pringsewu. Kendaraan berat itu membawa muatan pasir dan bergerak melalui ruas jalan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut. Perjalanan kemudian berlanjut hingga truk mencapai area jalan menurun di dekat Jembatan Way Sekampung.

Saat melewati jalan menurun itu, truk Fuso tersebut disebut diduga mengalami kegagalan pada sistem pengereman. Kondisi tersebut membuat pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan sebagaimana mestinya. Truk yang membawa muatan pasir itu kemudian terus bergerak di ruas jalan menurun, sementara kecepatannya tidak dapat dikendalikan oleh pengemudi.

Dalam keadaan tersebut, kendaraan berat itu diduga kehilangan kendali. Truk Fuso kemudian bergerak menghantam deretan kendaraan yang berada di depannya. Benturan tersebut menjadi awal terjadinya kecelakaan beruntun di dekat Jembatan Way Sekampung. Rangkaian peristiwa itu berlangsung setelah truk melaju dari arah Kecamatan Sukoharjo dan melewati ruas jalan menurun menuju Kecamatan Pringsewu. Berdasarkan kronologi awal, kegagalan sistem pengereman disebut sebagai kondisi yang membuat pengemudi tidak mampu mengendalikan laju truk hingga akhirnya menabrak kendaraan-kendaraan di depan.

Kecelakaan beruntun di dekat Jembatan Way Sekampung melibatkan empat kendaraan yang berada di depan sebuah truk. Kendaraan tersebut terdiri atas dua mobil minibus dan dua sepeda motor. Dua minibus yang tercatat dalam peristiwa itu adalah Toyota Innova bernomor polisi BE 1810 UW dan Mitsubishi Pajero bernomor polisi BE 1459 UC. Selain itu, terdapat sepeda motor Yamaha Mio serta Honda PCX bernomor polisi BE 2938 UAJ.

Keempat kendaraan tersebut menjadi sasaran benturan dalam rangkaian kecelakaan. Informasi mengenai kendaraan yang terlibat menjadi bagian penting untuk menggambarkan skala peristiwa, terutama karena kecelakaan berlangsung secara beruntun dan melibatkan jenis kendaraan yang berbeda. Sumber menyebutkan seluruh kendaraan itu berada di depan truk ketika benturan terjadi. Dengan demikian, kendaraan yang terdampak dalam kejadian ini bukan hanya mobil minibus, melainkan juga dua sepeda motor.

Benturan keras turut menyeret Yamaha Mio yang membawa tiga pelajar hingga puluhan meter. Keterangan tersebut menunjukkan kuatnya rangkaian benturan yang terjadi di lokasi kecelakaan. Yamaha Mio menjadi salah satu kendaraan yang disebut secara khusus karena membawa tiga pelajar dan mengalami tarikan akibat benturan tersebut. Sementara itu, Honda PCX dengan nomor polisi BE 2938 UAJ, Toyota Innova BE 1810 UW, serta Mitsubishi Pajero BE 1459 UC juga tercatat sebagai kendaraan yang terlibat. Rincian ini disampaikan berdasarkan kendaraan yang disebut dalam sumber, tanpa menambahkan informasi lain mengenai kerusakan, posisi korban, maupun kondisi pengemudi.

Dua penumpang sepeda motor Yamaha Mio menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di sekitar Jembatan Way Sekampung. Keduanya mengalami luka berat akibat benturan dalam peristiwa tersebut dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Korban pertama adalah Maher Zain, pelajar berusia 13 tahun yang tercatat sebagai warga Pekon Bandung Baru.

Korban kedua, Rayhan Bintang, merupakan pelajar berusia 14 tahun dari Kalirejo. Maher Zain dan Rayhan Bintang berada di atas Yamaha Mio ketika kecelakaan terjadi. Identitas keduanya telah disampaikan dalam laporan awal mengenai insiden yang melibatkan beberapa kendaraan tersebut. Kondisi luka yang dialami kedua korban dinilai sangat berat sehingga nyawa mereka tidak dapat diselamatkan di lokasi.

Sementara itu, pengendara sepeda motor yang disebut berinisial M Rayhan, 14 tahun, mengalami luka parah. Berbeda dengan dua penumpang yang meninggal di tempat, M Rayhan masih mendapatkan penanganan medis setelah kejadian. Ia bersama korban lainnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu untuk memperoleh pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Penanganan terhadap korban dilakukan setelah petugas dan pihak terkait mengevakuasi mereka dari lokasi kecelakaan. Informasi mengenai kondisi M Rayhan dapat berkembang sesuai hasil pemeriksaan tim medis di rumah sakit. Adapun keterangan awal menyebutkan bahwa truk yang terlibat diduga mengalami rem blong, namun hal tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dijadikan kepastian mengenai penyebab kecelakaan. Identitas korban serta kondisi mereka menjadi bagian penting dalam pendataan dan penanganan insiden ini.

Baca juga: Komsos Koramil 1710-03/Kuala Kencana Dan Syukuran Selesainya Pembangunan Jembatan Garuda | Tanamkan Kepedulian Sejak Dini, Pelajar Antusias Terima Materi Karhutla dari Tim Penyuluh | Kodim 1714/Puncak Jaya Gelar Doa Bersama dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan di Kampung Kulonggame