Tabebuya Mekar, Cikini Dipadati Warga untuk Berfoto

oleh -123 Dilihat
oleh
Tabebuya Mekar, Cikini Dipadati Warga untuk Berfoto

Jakarta | Pohon tabebuya yang sedang berbunga di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, membuat suasana kawasan tersebut tampak berbeda. Hamparan bunga berwarna merah muda dan putih menghiasi sejumlah pohon di tepi jalan, menghadirkan pemandangan yang menarik perhatian warga maupun pengguna jalan. Nuansa perkotaan yang biasanya dipenuhi aktivitas kendaraan dan pejalan kaki terlihat lebih hidup dengan warna bunga yang mencolok.

Berdasarkan pantauan pada Minggu, 11 Oktober 2026, warga berdatangan ke beberapa titik di sekitar pohon tabebuya untuk mengabadikan momen. Sebagian pengunjung terlihat mengambil foto dengan latar tajuk pohon yang dipenuhi bunga, sementara lainnya merekam video untuk dibagikan melalui media sosial. Ada pula warga yang berhenti sejenak setelah melintas, kemudian mengatur posisi agar memperoleh sudut pandang terbaik dengan bunga sebagai latar.

Bunga berwarna merah muda tampak mendominasi beberapa bagian tajuk, berdampingan dengan bunga putih yang memberikan kontras pada pemandangan. Perpaduan warna tersebut membuat ruas Jalan Cikini Raya tampak lebih semarak, sekaligus menjadi daya tarik visual bagi pengunjung. Kehadiran warga yang berfoto berlangsung di sejumlah lokasi, meskipun aktivitas lalu lintas dan kegiatan masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

Di beberapa bagian, bunga yang telah gugur terlihat memenuhi permukaan trotoar. Kelopak-kelopak tersebut membentuk lapisan tipis berwarna pucat dan merah muda di bawah pohon. Sementara itu, tajuk tabebuya yang rindang memberikan keteduhan bagi area trotoar di sekitarnya. Kondisi tersebut membuat warga lebih nyaman untuk berhenti, berjalan, atau menunggu sambil menikmati pemandangan. Bagi masyarakat yang melintas, mekarnya tabebuya menjadi perubahan suasana yang jarang ditemukan di tengah kawasan Jakarta Pusat.

Sejumlah lokasi di Cikini menjadi titik yang banyak dimanfaatkan warga untuk mengabadikan mekarnya tabebuya. Warga tampak memilih area yang memungkinkan keindahan pohon dan hamparan bunganya terlihat jelas dalam satu bingkai. Karena itu, ruang di sekitar pepohonan menjadi latar foto yang menarik, terutama ketika bunga sedang bermekaran dan membentuk pemandangan khas di sepanjang kawasan tersebut.

Salah satu titik yang paling mencuri perhatian berada di dekat warung bakmi. Di lokasi ini, bunga tabebuya tampak mekar dengan perpaduan warna merah muda dan putih. Kombinasi kedua warna tersebut membuat pohon terlihat lebih menonjol dan menghasilkan latar yang kuat untuk berfoto. Warga memanfaatkan sudut di sekitar pohon untuk menangkap tampilan bunga dari berbagai arah, baik dengan menjadikan ranting sebagai latar maupun dengan menampilkan keseluruhan tajuk yang sedang dipenuhi bunga.

Daya tarik titik dekat warung bakmi tidak hanya berasal dari bunga yang masih menempel di pohon. Bunga-bunga yang jatuh ke trotoar turut menambah suasana visual di lokasi itu. Hamparan kelopak di permukaan trotoar menciptakan kesan berbeda, sehingga area tersebut tetap menarik ketika dipandang dari jarak dekat maupun lebih luas. Perpaduan bunga yang bermekaran dan kelopak yang berserakan membuat hasil foto tampak lebih berwarna.

Titik lain yang juga dimanfaatkan warga berada tidak jauh dari Taman Ismail Marzuki. Area ini menjadi bagian dari lokasi yang dipilih untuk merekam suasana tabebuya mekar di Cikini. Kehadiran bunga di sekitar kawasan tersebut memberikan latar alami bagi warga yang ingin berfoto, tanpa harus berpindah jauh dari pusat aktivitas di sekitarnya. Dengan demikian, beberapa sudut di dekat warung bakmi dan area menuju Taman Ismail Marzuki menjadi lokasi yang menonjol untuk mengabadikan perubahan visual kawasan saat tabebuya berbunga.

Ifa, warga Cakung, sengaja datang ke kawasan Cikini untuk mengabadikan mekarnya bunga tabebuya. Ia membawa kamera Polaroid sebagai perangkat utama untuk memotret pemandangan tersebut. Bagi Ifa, momen seperti ini tidak selalu mudah ditemukan, sehingga kesempatan melihat tabebuya bermekaran di tengah kawasan kota menjadi sesuatu yang layak disimpan dalam bentuk dokumentasi pribadi.

Dengan kamera analog itu, Ifa memotret deretan pohon tabebuya yang sedang dipadati bunga. Ia menyampaikan bahwa hasil foto yang diambil masih tampak gelap karena prosesnya belum selesai dan masih perlu menunggu. Karakter kamera Polaroid membuat setiap gambar tidak langsung dapat dilihat dengan hasil akhir, sehingga ia masih memberi waktu agar foto-foto tersebut berkembang dan menampilkan detail pemandangan Cikini.

Foto-foto itu rencananya akan dimasukkan Ifa ke dalam jurnal. Ia ingin menjadikan dokumentasi tersebut sebagai kenang-kenangan atas kunjungannya ketika tabebuya sedang mekar. Menurutnya, bunga tabebuya merupakan momen yang jarang terjadi. Kehadirannya membuat Cikini tampak sangat cantik, bahkan memberikan suasana yang terasa seperti berada di luar negeri. Karena alasan tersebut, perjalanan dari Cakung menuju Cikini bukan sekadar kunjungan untuk melihat bunga, melainkan juga cara Ifa menyimpan pengalaman visual yang dianggap istimewa.

Penggunaan kamera Polaroid turut memberikan sentuhan personal pada kegiatan memotret itu. Setiap lembar foto menjadi bagian dari proses menunggu sekaligus catatan perjalanan yang nantinya dapat ditempatkan bersama tulisan atau dokumentasi lain dalam jurnal. Dengan demikian, mekarnya tabebuya tidak hanya menjadi pemandangan yang dinikmati sesaat oleh warga, tetapi juga meninggalkan rekaman fisik bagi Ifa. Melalui foto analog tersebut, ia berusaha mempertahankan suasana Cikini yang indah pada periode singkat ketika bunga-bunga itu menghiasi jalan dan menarik perhatian banyak pengunjung.

Antusiasme warga terlihat jelas di sekitar kawasan Cikini ketika pohon tabebuya mulai mekar. Lidia, warga Condet, datang bersama temannya, Rika, warga Cakung, untuk menikmati pemandangan sekaligus mengabadikan momen dengan berfoto. Keduanya tampak bersemangat memilih sudut terbaik di pepohonan yang dipenuhi bunga berwarna cerah. Bagi Lidia, kesempatan tersebut bukan sekadar kegiatan akhir pekan, melainkan pengalaman menyenangkan untuk menikmati ruang terbuka di tengah kesibukan Jakarta.

Rika mengetahui kondisi tabebuya di Cikini melalui sebuah unggahan di TikTok. Saat itu, ia dan Lidia sedang mencari tujuan untuk mengisi akhir pekan dengan kegiatan yang ringan, tetapi tetap menarik. Setelah melihat video mengenai tabebuya yang sedang berbunga, mereka memutuskan untuk datang langsung. Kunjungan tersebut kemudian digabungkan dengan rencana mendatangi pameran di Taman Ismail Marzuki (TIM), yang lokasinya tidak jauh dari kawasan pepohonan tabebuya. Rangkaian agenda itu membuat akhir pekan mereka terasa lebih beragam dan berkesan.

Lidia menilai bunga tabebuya membuat suasana Cikini terasa seperti berada di Korea. Warna bunganya yang memenuhi ranting mengingatkannya pada bunga sakura yang kerap menjadi daya tarik di berbagai tempat. Ia berharap pohon tabebuya dapat ditanam lebih banyak di Condet dan Cakung, Jakarta Timur, serta kawasan lain di Jakarta. Menurutnya, keberadaan pepohonan berbunga dapat membuat kota terlihat lebih cantik, menghadirkan suasana yang menyegarkan, dan menjadikan trotoar terasa lebih sejuk bagi warga yang berjalan kaki.