Pasangan Suami Istri Dievakuasi dari Kebakaran Dapur Rumah di Banyuwangi

oleh -83 Dilihat
oleh
Pasangan Suami Istri Dievakuasi dari Kebakaran Dapur Rumah di Banyuwangi

Banyuwangi | Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi mengevakuasi pasangan suami istri yang terjebak di dalam rumah saat kebakaran melanda bagian dapur. Keduanya ditemukan berada di area yang dipenuhi asap pekat sehingga membutuhkan pertolongan segera. Petugas bergerak untuk memastikan pasangan tersebut dapat keluar dari bangunan dengan selamat dan membawa mereka ke tempat yang lebih aman.

Pasangan yang dievakuasi itu adalah Sueryo Koesmedi, 57 tahun, dan istrinya, Kana Riyana, 52 tahun. Keduanya merupakan warga Jalan Ikan Putihan, Lingkungan Karanganyar, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi. Saat petugas tiba dan melakukan penanganan, mereka masih berada di dalam rumah yang terdampak kebakaran, khususnya di sekitar area dapur. Kepulan asap yang tebal membuat kondisi di dalam bangunan menjadi sulit untuk dilalui dan meningkatkan risiko bagi penghuni.

Petugas Damkarmat kemudian mengevakuasi keduanya secara bertahap hingga berhasil keluar dari rumah. Sueryo dan Kana dinyatakan selamat setelah dibawa ke lokasi aman, meskipun mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. Setelah proses penyelamatan selesai, keduanya menjalani perawatan untuk mendapatkan penanganan medis. Evakuasi ini menjadi bagian penting dari respons petugas dalam melindungi penghuni rumah ketika kebakaran tidak hanya menimbulkan ancaman dari api, tetapi juga dari asap yang dapat mengganggu pernapasan dan membatasi jarak pandang.

Kebakaran yang menimpa sebuah rumah di Banyuwangi bermula pada Jumat malam, 9 Oktober 2026, sekitar pukul 19.25 WIB. Saat itu, keluarga pemilik rumah baru selesai melaksanakan tahlilan untuk ibu pemilik rumah. Setelah kegiatan tersebut berakhir, Kana Riyana menuju dapur untuk menghangatkan makanan yang akan disajikan atau dikonsumsi oleh keluarga.

Ketika proses menghangatkan makanan berlangsung, api dari kompor tiba-tiba menyambar tabung gas LPG yang berada di area dapur. Sambaran tersebut kemudian membuat kobaran api membesar dalam waktu singkat. Api yang membesar di dapur memunculkan situasi darurat bagi penghuni rumah, terutama pasangan suami istri yang berada di lokasi kejadian.

Keterangan mengenai kronologi awal itu disampaikan oleh Kabid Evakuasi dan Penyelamatan Damkarmat Banyuwangi, Salam Bikwanto. Berdasarkan penjelasannya, sumber api bermula dari kompor saat Kana Riyana menghangatkan makanan, kemudian api menyambar tabung LPG. Peristiwa tersebut menjadi awal kebakaran yang selanjutnya memerlukan penanganan petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan.

Situasi di dapur yang cepat dipenuhi kobaran api membuat proses penyelamatan menjadi prioritas. Pasangan suami istri tersebut kemudian dievakuasi dari rumah yang terbakar. Petugas menangani kejadian itu setelah menerima informasi mengenai kebakaran, sementara kronologi yang disampaikan mengacu pada urutan kejadian sejak makanan dipanaskan seusai tahlilan hingga api membesar setelah menyambar tabung gas LPG.

Kana Riyana sontak berteriak meminta pertolongan setelah melihat api di dapur rumah semakin membesar. Teriakan tersebut menjadi tanda bagi penghuni rumah dan warga di sekitar lokasi bahwa kebakaran membutuhkan penanganan segera. Kobaran api yang terus berkembang menimbulkan kepanikan, sekaligus mendorong keluarga untuk berupaya menyelamatkan diri dan mengendalikan sumber api sebelum merambat lebih luas.

Sueryo kemudian bergegas menuju dapur untuk melakukan pemadaman awal. Dengan peralatan seadanya, ia berusaha menjinakkan kobaran api menggunakan kain. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena api sudah cukup besar. Kobaran api justru menyambar bagian tangan dan wajah Sueryo. Akibatnya, ia mengalami luka bakar saat berusaha mencegah api meluas di dalam rumah.

Mengetahui kejadian itu, warga segera menghubungi call center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi untuk meminta bantuan. Laporan tersebut disampaikan agar petugas dapat segera menuju lokasi dan menangani kebakaran dengan peralatan serta prosedur yang lebih memadai. Warga juga berupaya membantu proses evakuasi dan pemadaman sambil menunggu kedatangan petugas.

Sambil menanti tim Damkarmat tiba, warga bersama anak pemilik rumah berusaha mengendalikan api menggunakan ember berisi air. Selain itu, mereka memanfaatkan dua unit alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di sekitar lokasi. Berbagai upaya tersebut dilakukan untuk menahan kobaran api agar tidak semakin membesar. Meski demikian, pemadaman awal tetap menghadapi kendala karena api telah menyambar bagian rumah dan sebelumnya menyebabkan Sueryo mengalami luka bakar ketika mencoba memadamkannya.

Setibanya di lokasi, tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) segera memprioritaskan keselamatan penghuni rumah. Saat itu, pasangan suami istri tersebut masih berada di dalam dapur yang dipenuhi asap akibat kebakaran. Kondisi ruangan yang minim jarak pandang membuat proses penyelamatan harus dilakukan secara hati-hati. Petugas kemudian masuk ke area dapur dan mengevakuasi keduanya menuju tempat yang lebih aman, jauh dari sumber api dan kepulan asap.

Setelah berhasil dikeluarkan dari ruangan, petugas memeriksa kondisi pasangan tersebut. Evakuasi dilakukan dengan segera karena salah satu korban mengalami luka bakar, sementara dapur masih dipenuhi asap yang berisiko mengganggu pernapasan. Untuk memastikan keduanya memperoleh penanganan yang tepat, Damkarmat menghubungi layanan ambulans. Berdasarkan informasi yang disampaikan, Sueryo mengalami luka dengan kategori sedang, sedangkan Kana mengalami luka ringan.

Ambulans kemudian membawa Sueryo dan Kana ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan serta perawatan medis. Penanganan korban dilakukan terlebih dahulu sebelum petugas melanjutkan upaya menguasai kebakaran di dalam rumah. Setelah proses evakuasi selesai, tim Damkarmat berfokus memadamkan api dan mengendalikan titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan kobaran.

Petugas juga memastikan api tidak merambat ke bagian lain bangunan. Langkah tersebut penting karena dapur terhubung dengan ruangan lain di dalam rumah, sehingga kobaran dapat meluas apabila tidak segera dikendalikan. Dengan penyemprotan air dan pemantauan berkelanjutan, petugas berupaya menuntaskan pemadaman sekaligus mencegah munculnya kembali api. Penanganan di lokasi dilakukan sampai situasi dinilai aman bagi lingkungan sekitar.