Pabrik Tepung Telur dan Daging Ditargetkan Mulai Dibangun pada 2027

oleh -314 Dilihat
oleh
Pabrik Tepung Telur dan Daging Ditargetkan Mulai Dibangun pada 2027

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging di Indonesia. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai dibangun pada 2027 sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengelolaan hasil peternakan di dalam negeri.

Pembangunan pabrik diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu setengah hingga dua tahun. Dengan perkiraan tersebut, proses pengerjaan fasilitas diharapkan dapat berlangsung secara terarah sesuai dengan rencana yang telah disiapkan pemerintah. Namun, pembangunan baru ditargetkan dimulai pada 2027.

Rencana ini disiapkan untuk menyerap surplus hasil peternakan yang tersedia di dalam negeri. Selama ini, kelebihan produksi dapat menghadapi tantangan dalam penyerapan apabila tidak diikuti dengan pengolahan dan pemanfaatan yang memadai. Kehadiran fasilitas pengolahan tepung telur dan tepung daging diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk mengelola hasil tersebut.

Selain menyerap surplus produksi, pabrik itu ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor. Pengolahan bahan baku peternakan di dalam negeri diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan nasional dengan memanfaatkan hasil produksi domestik.

Menurut rencana tersebut, pembangunan fasilitas pengolahan menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mendorong pemanfaatan hasil peternakan secara lebih optimal. Tepung telur dan tepung daging yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat memperluas penggunaan produk peternakan dalam negeri.

Target pembangunan pada 2027 menunjukkan bahwa pemerintah mulai menyiapkan langkah jangka menengah untuk memperkuat sektor peternakan. Dengan waktu pengerjaan sekitar satu setengah sampai dua tahun, fasilitas ini diproyeksikan menjadi bagian dari upaya memperbaiki penyerapan produksi sekaligus menekan kebutuhan terhadap produk sejenis dari luar negeri.

Rencana pembangunan pabrik tepung telur dan tepung daging telah dibahas pemerintah bersama sejumlah pihak terkait. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pembahasan tersebut dilakukan bersama Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria dan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan fasilitas pengolahan yang dapat mendukung pemanfaatan hasil peternakan serta memperkuat ketersediaan bahan pangan olahan di dalam negeri.

Kepada wartawan di kediamannya di Jakarta pada Jumat, 9 Oktober 2026, Amran menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas tersebut mulai dilaksanakan pada tahun berikutnya. Dengan demikian, proses pembangunan pabrik tepung telur dan tepung daging ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Target itu menunjukkan bahwa rencana yang telah dibicarakan pemerintah diarahkan untuk segera memasuki tahap pelaksanaan, meskipun berbagai persiapan tetap perlu diselesaikan terlebih dahulu.

Dalam keterangannya, Amran menegaskan adanya kesepakatan untuk membangun fasilitas pengolahan tersebut. “Kami sepakat pembangunan pengolahan tepung telur dan tepung daging dimulai tahun depan,” ujar Amran. Pernyataan itu merujuk pada hasil pembahasan bersama Dony Oskaria dan Budi Santoso mengenai rencana pembangunan fasilitas pengolahan tepung telur serta tepung daging. Makna pernyataan tersebut menempatkan 2027 sebagai waktu yang ditargetkan untuk memulai pembangunan.

Pembangunan pabrik ini menjadi rencana yang melibatkan koordinasi lintas sektor, terutama bidang pertanian, pengelolaan badan usaha milik negara, dan perdagangan. Keterlibatan ketiga unsur tersebut diperlukan agar pengembangan fasilitas pengolahan dapat terhubung dengan ketersediaan bahan baku, dukungan kelembagaan, serta kebutuhan pasar. Pemerintah melalui pembahasan itu berupaya memastikan rencana pabrik tepung telur dan tepung daging memiliki arah pelaksanaan yang jelas, dengan tahap awal pembangunan ditetapkan untuk dimulai pada 2027 sesuai keterangan Amran.

Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, rencana pembangunan pabrik tepung telur dan daging merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Fasilitas tersebut tidak hanya dipandang sebagai tempat pengolahan hasil produksi, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperkuat keterhubungan peternak, industri pengolahan, distribusi, dan konsumen. Dengan ekosistem yang lebih terpadu, peningkatan produksi di tingkat peternak dapat diikuti oleh penyerapan hasil yang terencana.

Selama ini, kelebihan produksi telur dan daging ayam umumnya dipasarkan dalam kondisi segar. Pola tersebut berisiko menimbulkan tekanan harga ketika pasokan melampaui kebutuhan pasar, sekaligus membatasi masa simpan produk. Melalui pabrik pengolahan, surplus dapat diubah menjadi tepung telur, bahan olahan daging, dan produk bernilai tambah lainnya. Pengolahan ini diharapkan mampu memperpanjang daya simpan, memperluas akses pasar, serta memberikan kepastian penyerapan bagi pelaku usaha peternakan.

Pemerintah juga menyiapkan langkah untuk mengendalikan impor tepung telur setelah fasilitas tersebut mulai beroperasi. Kebijakan itu diarahkan agar kebutuhan industri dan konsumen dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri, selama kapasitas dan mutu produk nasional mampu memenuhi standar yang diperlukan. Pengurangan ketergantungan terhadap produk impor diharapkan memperkuat pasar domestik dan mendorong investasi lanjutan pada sektor peternakan serta industri pengolahan.

Amran menyebut fasilitas ini sebagai solusi yang permanen dan fundamental bagi ekosistem peternakan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan pabrik tidak dimaksudkan sebagai kebijakan sementara untuk mengatasi surplus, melainkan sebagai fondasi jangka panjang bagi pengelolaan produksi nasional. Dengan adanya pengolahan dari hulu hingga hilir, peternakan diharapkan menjadi lebih stabil, efisien, dan mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi peternak maupun industri terkait.

Persoalan surplus hasil peternakan menjadi salah satu alasan penting bagi pembangunan fasilitas pengolahan tepung telur dan daging. Pada periode tertentu, produksi dapat meningkat melampaui kemampuan pasar dalam menyerapnya. Kondisi tersebut berpotensi menekan harga jual, terutama ketika pasokan melimpah sementara permintaan tidak bertambah dalam jumlah yang sebanding. Bagi peternak, penurunan harga dapat mengurangi penerimaan dan meningkatkan risiko kerugian setelah biaya pakan, pemeliharaan, tenaga kerja, serta distribusi diperhitungkan.

Pemerintah berharap fasilitas pengolahan yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027 itu dapat membantu menjaga penyerapan produksi secara lebih stabil. Hasil peternakan yang tidak seluruhnya terserap sebagai produk segar dapat diolah menjadi bahan dengan masa simpan dan penggunaan yang lebih luas. Dengan cara tersebut, produksi diharapkan tetap memiliki saluran pemasaran ketika pasokan sedang tinggi. Penyerapan yang lebih terjaga juga diharapkan mendukung peningkatan kesejahteraan petani dan peternak melalui peluang pemasaran yang lebih pasti serta harga jual yang tidak terlalu tertekan pada periode surplus.

Menteri Pertanian Amran juga menyebut manfaat lain dari pengembangan fasilitas tersebut, yakni mengurangi kerugian pada bulan-bulan tertentu. Pengolahan dapat menjadi pilihan ketika hasil produksi tidak segera terjual atau harga di tingkat pasar mengalami pelemahan. Selain menjaga nilai produk, keberadaan industri pengolahan di dalam negeri diharapkan menekan pengeluaran devisa akibat impor produk terkait. Kebutuhan bahan olahan yang sebelumnya dipenuhi dari luar negeri dapat diarahkan untuk diproduksi dengan memanfaatkan pasokan peternakan domestik, tanpa mengabaikan kebutuhan penyerapan hasil produksi pada masa surplus.