Manuel Bihr Soroti Kekalahan Port FC dari Persib Setelah Dua Kali Ditundukkan Indonesia

oleh -314 Dilihat
oleh
Manuel Bihr Soroti Kekalahan Port FC dari Persib Setelah Dua Kali Ditundukkan Indonesia

BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Port FC gagal mempertahankan keunggulan saat menjamu Persib Bandung dalam pertandingan ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027. Bermain di Stadion Thammasat, Kamis, 8 Oktober, klub asal Thailand tersebut harus menerima kekalahan 1-3 meskipun sempat berada di posisi unggul hingga mendekati berakhirnya waktu normal. Hasil ini menjadi pukulan bagi Port FC karena mereka tidak mampu mengamankan keunggulan di hadapan pendukung sendiri.

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim berusaha membangun serangan, tetapi peluang yang tercipta belum menghasilkan gol. Port FC kemudian memperoleh kesempatan melalui titik putih setelah wasit memberikan penalti. Jude Soonsup-Bell menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa tuan rumah unggul 1-0 pada menit ke-66. Gol tersebut membuat Port FC semakin percaya diri, sementara Persib harus meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan.

Persib baru menemukan celah pada fase akhir pertandingan. Mariano Peralta berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-87, sehingga skor berubah menjadi 1-1. Gol itu mengubah momentum permainan dan membuat tekanan Persib semakin sulit dibendung. Ketika laga memasuki masa tambahan waktu, tim tamu mencetak gol kedua melalui Berguinho pada menit ke-90+4. Dua menit berselang, Luka Menalo kembali membobol gawang Port FC untuk memastikan kemenangan Persib dengan skor 3-1.

Rangkaian gol tersebut menunjukkan bagaimana keunggulan Port FC runtuh dalam waktu singkat. Setelah tampil efektif dalam menjaga skor, tuan rumah kehilangan kendali ketika pertandingan memasuki menit-menit penentuan. Persib justru mampu memanfaatkan ruang dan menjaga konsentrasi hingga peluit akhir. Kekalahan ini terasa semakin berat karena Port FC sempat memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan, tetapi gagal mempertahankan keunggulan setelah pertandingan memasuki fase akhir.

Kekalahan Port FC dari Persib menjadi pukulan bagi Manuel Tom Bihr. Bek berusia 33 tahun itu harus menerima hasil yang tidak sesuai dengan harapan tim setelah kembali ditundukkan oleh wakil Indonesia tersebut. Meski demikian, Bihr tidak ingin Port FC berhenti pada kekecewaan atas hasil pertandingan. Ia mengajak rekan-rekannya untuk melihat hal-hal positif yang masih dapat dibawa dari laga itu.

Menurut Bihr, pertandingan tersebut perlu dijadikan bahan pembelajaran bagi seluruh pemain Port FC. Kesalahan yang terjadi harus dikenali dan dipelajari agar tim dapat memperbaiki diri pada kesempatan berikutnya. Sikap itu menjadi pesan utama Bihr setelah kekalahan, yakni tidak larut dalam hasil negatif dan tetap menggunakan pengalaman tersebut untuk menghadapi tantangan selanjutnya.

Bihr juga meminta Port FC segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Ia menegaskan bahwa tim perlu melanjutkan perjalanan setelah mengambil pelajaran dari laga melawan Persib. Karena itu, para pemain diharapkan tetap bergerak maju dan mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Pesan tersebut disampaikan Bihr sebagai dorongan agar Port FC tidak terus terpaku pada kekalahan yang baru saja mereka alami.

Hasil pertandingan Port FC melawan Persib menambah catatan kekalahan Manuel Bihr dari wakil Indonesia. Pemain yang juga memperkuat tim nasional Thailand itu kembali menghadapi hasil kurang menguntungkan ketika klubnya ditundukkan Persib. Kekalahan tersebut menjadi yang kedua bagi Bihr saat berhadapan dengan tim dari Indonesia dalam rentang waktu kurang dari satu pekan.

Sebelum membela Port FC dalam pertandingan menghadapi Persib, Bihr lebih dahulu tampil bersama timnas Thailand. Ia memperkuat Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion GBK, Senin, 5 Oktober. Dalam pertandingan itu, Thailand mengalami kekalahan dari timnas Indonesia. Hasil tersebut menjadi pertemuan pertama Bihr dengan wakil Indonesia dalam rangkaian dua pertandingan yang berakhir dengan kekalahan.

Empat hari setelah final tersebut, Bihr kembali berhadapan dengan wakil Indonesia, kali ini pada level klub. Ia tampil bersama Port FC saat menghadapi Persib. Namun, pertandingan itu kembali berakhir dengan kekalahan bagi tim yang dibelanya. Dengan demikian, Bihr mengalami dua kekalahan melawan wakil Indonesia dalam waktu kurang dari satu pekan: pertama bersama timnas Thailand ketika menghadapi timnas Indonesia pada final FIFA ASEAN Cup 2026, kemudian bersama Port FC saat ditundukkan Persib. Urutan hasil itu menempatkan pertandingan melawan Persib sebagai kekalahan kedua Bihr dari Indonesia setelah sebelumnya ia kalah bersama Thailand di Stadion GBK.

Kekalahan dari Persib membawa dampak langsung terhadap posisi Port FC di klasemen Grup B ACC 2026/2027. Setelah takluk dalam pertandingan tersebut, klub asal Thailand itu berada di peringkat keenam. Hasil ini membuat Port FC harus segera memperbaiki performa karena persaingan di grup berlangsung ketat sejak pertandingan pertama. Setiap tambahan poin akan sangat penting untuk menjaga peluang melangkah ke fase berikutnya.

Johor Darul Ta’zim memimpin klasemen Grup B setelah mencatat kemenangan meyakinkan 6-0 atas PKR Svay Rieng. Produktivitas gol dalam laga tersebut membuat wakil Malaysia itu menempati posisi teratas dengan modal yang kuat. Persib berada di peringkat kedua setelah berhasil mengalahkan Port FC. Kemenangan tersebut menjadi bekal penting bagi klub Indonesia dalam persaingan menuju posisi terbaik di grup.

Peringkat ketiga ditempati Cong An Ha Noi dari Vietnam. Mereka mengamankan tiga poin setelah menang tipis 1-0 atas Lion City Sailors. Hasil itu menunjukkan bahwa selisih kekuatan antar peserta Grup B masih dapat berubah pada pertandingan berikutnya. Port FC perlu memanfaatkan laga mendatang untuk mengumpulkan poin sekaligus memperbaiki posisi yang saat ini belum menguntungkan.

Pada pertandingan kedua Grup B, Port FC akan bertandang ke markas PKR Svay Rieng. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Morodok Techno pada 19 November. Laga ini menjadi kesempatan bagi Port FC untuk merespons kekalahan dari Persib dan membangun kembali kepercayaan diri. Kemenangan tandang akan membantu mereka mendekati papan atas, sedangkan hasil tanpa poin dapat membuat jarak dengan para pesaing semakin sulit dikejar. Karena itu, persiapan taktik, konsistensi pertahanan, serta efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi faktor penting bagi Port FC dalam upaya memperbaiki perjalanannya di kompetisi antarklub Asia Tenggara tersebut.