Jenazah Kru MI-17 Terakhir Dievakuasi dari Perairan Seruyan

oleh
Jenazah Kru MI-17 Terakhir Dievakuasi dari Perairan Seruyan

Kabupaten Seruyan | Tim SAR gabungan menemukan dan mengevakuasi jenazah Serda Heri, kru helikopter MI-17 yang jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Jenazah Serda Heri ditemukan di dalam bangkai helikopter. Informasi mengenai penemuan dan evakuasi tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Budi Rachmat.

Serda Heri merupakan kru terakhir yang jenazahnya ditemukan dalam rangkaian pencarian terkait kecelakaan helikopter tersebut. Dengan ditemukannya jenazah itu, seluruh kru MI-17 yang menjadi korban telah ditemukan. Tim gabungan melakukan evakuasi dari lokasi penemuan di perairan, sementara bangkai helikopter berada di sekitar area pencarian.

Peristiwa penemuan itu berlangsung pada hari Jumat. Tidak ada tanggal kejadian yang disertakan dalam informasi yang disampaikan, sehingga waktu penemuan disebut berdasarkan hari tersebut tanpa menambahkan tanggal tertentu. Keterangan mengenai posisi Serda Heri di dalam bangkai helikopter juga menjadi bagian penting dari laporan proses pencarian dan evakuasi.

Operasi pencarian melibatkan unsur SAR gabungan yang bekerja di kawasan perairan Desa Sungai Perlu. Lokasi tersebut berada di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, tempat helikopter MI-17 dilaporkan jatuh. Penemuan jenazah di dalam bangkai pesawat menandai berakhirnya pencarian terhadap kru yang masih belum ditemukan.

Kombes Pol Budi Rachmat menyampaikan informasi tersebut dalam kapasitasnya sebagai Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah. Keterangan resmi itu memastikan bahwa jenazah Serda Heri telah ditemukan dan dievakuasi oleh tim gabungan. Laporan ini sekaligus melengkapi informasi mengenai nasib seluruh kru yang berada dalam helikopter MI-17 saat kecelakaan terjadi.

Proses evakuasi dilakukan setelah jenazah ditemukan di dalam bangkai helikopter yang berada di perairan. Informasi yang tersedia tidak merinci metode evakuasi, kondisi bangkai pesawat, ataupun waktu tempuh operasi. Karena itu, rincian tersebut tidak dapat dipastikan dari keterangan yang disampaikan. Kepastian yang disampaikan pihak kepolisian berfokus pada penemuan Serda Heri, lokasi penemuannya, serta keberhasilan tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah kru terakhir tersebut.

Proses pencarian dan evakuasi jenazah kru MI-17 terakhir di perairan Seruyan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Sejak pagi, tim gabungan bergerak untuk melanjutkan upaya pencarian di lokasi jatuhnya helikopter. Operasi ini melibatkan Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah, Satbrimob Polda Kalimantan Tengah, TNI, Basarnas, serta unsur terkait lainnya. Setiap unsur menjalankan peran sesuai kebutuhan di lapangan, termasuk mendukung pencarian di sekitar bangkai helikopter dan proses evakuasi. Koordinasi antarpersonel menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut, mengingat pencarian dilakukan di perairan dan mencakup bagian dalam badan pesawat yang tenggelam.

Untuk menelusuri bangkai helikopter, empat penyelam ditugaskan melakukan pencarian di dalamnya. Tiga penyelam berasal dari Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah, sedangkan seorang lainnya merupakan personel Satbrimob Polda Kalimantan Tengah. Pencarian para penyelam dipimpin oleh Kaur Bin Ops Kompol Masriwiyono. Mereka melakukan pemeriksaan di bagian dalam bangkai helikopter guna menemukan kru yang masih dicari. Sementara itu, personel gabungan lainnya mendukung jalannya operasi dari lokasi, sesuai dengan tugas masing-masing. Keterlibatan sejumlah instansi memungkinkan pencarian dilakukan secara bersama-sama, dengan perhatian pada kondisi lokasi serta keselamatan petugas yang bekerja di dalam air.

Sekitar pukul 09.15 WIB, penyelam menemukan Serda Heri di dalam bangkai helikopter. Penemuan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian pencarian yang berlangsung sejak pagi. Setelah ditemukan, jenazah kemudian menjadi sasaran proses evakuasi oleh tim gabungan. Operasi yang melibatkan aparat kepolisian, TNI, Basarnas, dan unsur lain itu menuntut kerja terkoordinasi, terutama karena lokasi pencarian berada di perairan Seruyan dan penyisiran dilakukan di bagian dalam pesawat. Waktu penemuan, sekitar satu jam lebih setelah operasi dimulai, menunjukkan bahwa pencarian berlangsung secara bertahap dengan dukungan penyelam dari dua satuan kepolisian. Upaya tersebut mengakhiri pencarian terhadap kru MI-17 yang terakhir ditemukan dalam rangkaian operasi di lokasi kejadian.

Sebelum Serda Heri ditemukan, tujuh dari delapan kru helikopter MI-17 telah lebih dahulu dievakuasi dari lokasi kejadian di perairan Seruyan. Dari tujuh orang tersebut, dua kru dinyatakan meninggal dunia, sedangkan lima lainnya selamat. Dengan demikian, Heri menjadi satu-satunya kru yang masih belum ditemukan dan menjadi sasaran pencarian lanjutan oleh tim di lapangan.

Situasi tersebut membuat proses pencarian berfokus pada area bangkai helikopter dan perairan di sekitarnya. Tim gabungan melanjutkan upaya untuk menemukan Heri setelah evakuasi terhadap kru lainnya dilakukan. Pencarian terhadap satu korban yang tersisa menjadi bagian penting dari penanganan kecelakaan, sekaligus melengkapi proses evakuasi seluruh kru MI-17. Kondisi lokasi di perairan menjadi salah satu tantangan dalam upaya menemukan dan mengangkat korban.

Setelah Serda Heri berhasil ditemukan, jenazahnya dikeluarkan dari bangkai helikopter. Proses tersebut menandai berakhirnya pencarian terhadap kru MI-17 yang sebelumnya masih dinyatakan hilang. Jenazah kemudian dibawa menuju Kuala Pembuang untuk penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya Heri, seluruh delapan kru telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, meskipun dua orang meninggal dunia dan lima lainnya selamat.

Urutan evakuasi itu menjelaskan mengapa Heri disebut sebagai kru terakhir yang masih dicari. Tujuh rekannya telah lebih dahulu ditemukan dan dievakuasi, sementara pencarian berlanjut untuk memastikan keberadaan dirinya. Setelah jenazahnya diangkat dari bangkai helikopter dan dibawa ke Kuala Pembuang, upaya pencarian terhadap seluruh kru pun selesai. Peristiwa ini menyisakan duka bagi keluarga korban serta menjadi perhatian dalam penanganan kecelakaan helikopter di wilayah perairan Seruyan.

Penemuan dan evakuasi Serda Heri menandai berakhirnya pencarian terhadap seluruh kru helikopter MI-17 yang mengalami kecelakaan di perairan Seruyan. Dengan ditemukannya Serda Heri, semua kru yang menjadi sasaran operasi pencarian telah ditemukan. Evakuasi jenazahnya menjadi tahap terakhir dalam rangkaian upaya tim gabungan di lokasi kecelakaan. Tidak ada lagi kru helikopter yang masih dicari setelah proses tersebut dilakukan. Pencarian yang berlangsung untuk menemukan para kru itu pun berakhir seiring dengan selesainya evakuasi personel terakhir. Dengan demikian, operasi di perairan Seruyan telah mencapai sasaran pencarian terhadap seluruh kru yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Kondisi cuaca selama operasi hingga proses evakuasi dilaporkan cerah. Ombak di perairan sekitar lokasi juga relatif landai, sementara situasi di lapangan terpantau aman dan kondusif. Keadaan tersebut menyertai pelaksanaan kegiatan tim gabungan, termasuk ketika jenazah Serda Heri dievakuasi. Informasi mengenai cuaca, keadaan ombak, dan situasi lokasi menjadi gambaran kondisi selama operasi berlangsung, tanpa mengubah fokus utama kegiatan, yakni pencarian serta evakuasi seluruh kru helikopter. Hingga tahap akhir itu, kondisi di sekitar lokasi tetap mendukung pelaksanaan operasi. Setelah Serda Heri berhasil dievakuasi, seluruh rangkaian pencarian dan evakuasi kru di lokasi kecelakaan dinyatakan selesai.

Budi Rachmat menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur tim gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut. Apresiasi itu diberikan atas kerja sama berbagai unsur selama pencarian dan evakuasi berlangsung, termasuk dalam menyelesaikan tahap terakhir terhadap Serda Heri. Keterlibatan bersama menjadi bagian penting dari pelaksanaan operasi hingga seluruh kru helikopter ditemukan dan jenazah terakhir berhasil dievakuasi. Budi Rachmat menghargai kontribusi setiap unsur yang bekerja di lokasi, serta koordinasi yang terjalin selama kegiatan berlangsung. Ucapan apresiasi tersebut ditujukan kepada seluruh pihak dalam tim gabungan atas kerja sama mereka selama operasi di perairan Seruyan, dari rangkaian pencarian hingga penyelesaian evakuasi terakhir.

Baca juga: Tujuh Jenazah Tiba Melalui Jalur Udara, Lanud Sjamsudin Noor Teguhkan Dukungan SAR KM Virgo | Tim Penyelam TNI AL Temukan 15 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8

30 kunjungan