Aksi 1.000 Lilin di Mabes Polri, Lingkar Pemuda Indonesia Dorong Pengusutan Dugaan Penyadapan Kepala Negara

oleh
oleh

JAKARTA – Sekitar 100 orang yang tergabung dalam Lingkar Pemuda Indonesia (LPI) menggelar aksi damai di depan Gedung Baharkam Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026) malam. Aksi yang dipimpin Direktur Eksekutif Nasional LPI, Akhrom Saleh, tersebut menjadi bentuk dukungan kepada Polri agar mengusut tuntas dugaan penyadapan ilegal terhadap Kepala Negara.

Membawa pesan dukungan terhadap penegakan hukum, para peserta aksi memasang spanduk dan poster yang berisi desakan agar aparat kepolisian mengungkap pihak-pihak yang diduga berada di balik peristiwa tersebut. Mereka juga membawa bendera Merah Putih, bendera organisasi, serta sejumlah perlengkapan aksi lainnya.

Suasana berlangsung khidmat ketika peserta membagikan bunga mawar merah dan putih kepada sejumlah anggota kepolisian yang bertugas di lokasi. Kegiatan simbolis itu dilanjutkan dengan penyalaan lilin sebagai pesan solidaritas sekaligus dukungan moral kepada institusi Polri dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

Dalam orasinya, perwakilan LPI meminta kepolisian memberikan perhatian serius terhadap informasi dugaan penyadapan komunikasi Kepala Negara. Mereka mendesak agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan penggunaan perangkat tertentu, pihak yang terlibat, hingga dugaan tujuan dan potensi penyalahgunaan informasi yang diperoleh.

LPI juga menekankan bahwa pengungkapan perkara harus dilakukan berdasarkan bukti yang sah dan melalui prosedur hukum. Mereka meminta Polri berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk mengevaluasi keamanan komunikasi Kepala Negara, sekaligus memastikan siapa pun yang terbukti terlibat dapat diproses tanpa perlakuan istimewa. Di sisi lain, organisasi tersebut mengingatkan agar tidak ada pihak yang dituduh tanpa dasar pembuktian.

Pesan tersebut turut disampaikan melalui sejumlah poster bertuliskan dukungan terhadap Polri yang profesional, berani, bersih, dan berintegritas. Salah satu seruan yang mencolok adalah permintaan agar aparat tidak gentar mengungkap dugaan penyadapan serta membuka identitas pihak yang bertanggung jawab apabila telah ditemukan bukti yang mencukupi. Setelah menyampaikan pernyataan kepada awak media dalam konferensi pers, peserta aksi melanjutkan kegiatan dengan mengheningkan cipta.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 18.07 WIB itu berakhir pada pukul 19.00 WIB. Seluruh peserta kemudian meninggalkan lokasi secara bertahap. Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar Gedung Baharkam Mabes Polri dilaporkan aman dan kondusif. Melalui aksi tersebut, LPI berharap proses penanganan dugaan penyadapan dapat berjalan transparan, profesional, dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Pewarta: Abdul Latif

10 kunjungan