Belanja Pemilu Paruh Waktu AS 2026 Diperkirakan Menembus Rp217 Triliun

oleh
Belanja Pemilu Paruh Waktu AS 2026 Diprediksi Tembus US$11,9 Miliar

Kota New York Michael Bloomberg | OpenSecrets memperkirakan total belanja kampanye untuk pemilu paruh waktu Amerika Serikat 2026 mencapai US,9 miliar, setara sekitar Rp217 triliun. Proyeksi ini mencakup pengeluaran dalam persaingan politik di tingkat federal, termasuk aktivitas kandidat, partai, serta kelompok eksternal yang berupaya memengaruhi hasil pemilihan. Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa kontestasi paruh waktu kali ini berpotensi menjadi salah satu pemilu paling mahal yang pernah berlangsung di negara itu.

Dibandingkan pemilu paruh waktu 2022, perkiraan belanja pada 2026 sekitar 30 persen lebih tinggi. Jika proyeksi OpenSecrets terealisasi, totalnya akan mencetak rekor baru untuk pemilu paruh waktu. Kenaikan ini mencerminkan intensitas persaingan politik dan besarnya sumber daya yang dikerahkan untuk menjangkau pemilih, mendukung kandidat, serta memperjuangkan agenda masing-masing kelompok. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026.

Proyeksi tersebut perlu dibedakan dari data sementara Komisi Pemilihan Federal AS (FEC). Hingga pertengahan Oktober, pengeluaran yang tercatat telah melampaui US$9,5 miliar. Dari jumlah sementara itu, sekitar US$5,5 miliar berasal dari komite aksi politik atau PAC dan Super PAC. Angka FEC menggambarkan belanja yang telah dilaporkan sampai waktu pencatatan, sedangkan perkiraan OpenSecrets menunjukkan kemungkinan total pengeluaran kampanye secara keseluruhan.

Karena masa kampanye dan pelaporan masih berjalan, data sementara belum dapat dianggap sebagai jumlah final. Pengeluaran dapat terus bertambah menjelang hari pemungutan suara, sementara pelaporan dan pembaruan catatan berlangsung sesuai ketentuan. Angka resmi yang lebih lengkap baru tersedia setelah pemilu selesai dan laporan terkait diproses. Kandidat, partai politik, serta kelompok eksternal diwajibkan melaporkan pengeluaran mereka kepada FEC. Dengan demikian, perbandingan proyeksi dan total akhir baru dapat dilakukan setelah seluruh laporan yang relevan masuk. Sampai saat itu, nilai US$11,9 miliar tetap merupakan perkiraan, bukan hasil pencatatan final.Dalam sistem pemilu Amerika Serikat, sumbangan yang diberikan langsung kepada kandidat dibatasi oleh aturan federal. Batas tersebut berlaku bagi individu, partai politik, dan komite aksi politik atau PAC, dengan ketentuan yang berbeda menurut jenis penyumbang dan penerima. Aturan ini dimaksudkan untuk membatasi besarnya dana yang dapat masuk langsung ke rekening kampanye kandidat. Karena itu, kandidat dan tim kampanye harus menghimpun dukungan dari banyak penyumbang, sambil mematuhi pelaporan serta persyaratan hukum yang berlaku. Pembatasan ini tidak berarti semua kegiatan politik memiliki batas pendanaan yang sama: struktur organisasi dan cara penggunaan dana menentukan aturan yang diterapkan.

Super PAC, yang secara resmi dikenal sebagai komite pengeluaran independen saja, bekerja dengan ketentuan berbeda. Kelompok ini dapat mengumpulkan dana tanpa batas dari individu, perusahaan, serikat pekerja, dan komite politik lain untuk membiayai pengeluaran politik independen. Namun, Super PAC tidak boleh memberikan dana secara langsung kepada kandidat, partai, atau kampanye mereka. Mereka juga tidak boleh berkoordinasi dengan kandidat mengenai strategi maupun pengeluaran. Batas tersebut memisahkan kegiatan Super PAC dari operasi kampanye resmi, meskipun pesan dan sasaran politiknya dapat sejalan. Pengeluaran independen dapat mencakup iklan, materi komunikasi, dan upaya lain untuk memengaruhi pilihan pemilih.

Dalam praktiknya, kelompok eksternal menggunakan keleluasaan pendanaan itu untuk menjangkau pemilih tanpa menyalurkan uang langsung ke kandidat. Mereka dapat membeli iklan televisi dan digital, mengirim surat, atau mengorganisasi kegiatan mobilisasi pemilih. Fokus kerap diarahkan ke daerah pemilihan strategis, terutama persaingan ketat yang berpotensi menentukan kendali Kongres. Akibatnya, pengaruh dana tidak terbatas dapat terasa kuat dalam perlombaan lokal, meski kandidat sendiri tetap tunduk pada batas sumbangan. Pengeluaran PAC dan Super PAC juga cenderung meningkat tajam pada bulan-bulan menjelang pemungutan suara, ketika iklan dan kampanye lapangan semakin intensif. Lonjakan ini menjadi salah satu faktor yang mendorong total belanja pemilu paruh waktu diperkirakan mencapai tingkat sangat tinggi.

Aliran dana dari para penyumbang berkemampuan besar menjadi salah satu ciri utama pembiayaan politik menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat 2026. Data Brennan Center for Justice menunjukkan bahwa 40 penyumbang terbesar telah memberikan total US$2,4 miliar hingga 14 Oktober. Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi untuk periode yang sama dalam suatu siklus pemilu paruh waktu. Besarnya angka ini menggambarkan peran donatur kaya dalam membentuk kapasitas kampanye dan aktivitas politik, ketika persaingan Partai Demokrat dan Partai Republik semakin intensif.

Dana politik tidak selalu disalurkan langsung kepada kandidat atau partai. Organisasi tertentu juga dapat menerima sumbangan dan meneruskannya kepada komite aksi politik, atau PAC, yang mendukung tujuan maupun kandidat tertentu. Jalur tersebut membuat jaringan pendanaan lebih beragam, sekaligus memperluas jumlah kelompok yang terlibat dalam kontestasi. Karena itu, angka sumbangan kepada organisasi dan PAC menjadi bagian penting untuk memahami arus uang politik, meskipun penerima akhirnya dapat berbeda dari pihak yang tercantum sebagai penyumbang awal.

Di kubu liberal, Geosor Corp dan Fund for Policy Reform, dua organisasi yang didirikan George Soros, secara gabungan menyumbangkan US$102 juta kepada kelompok-kelompok liberal. Michael Bloomberg juga memberikan lebih dari US$60 juta dan tercatat sebagai salah satu donatur terbesar Partai Demokrat. Besaran kontribusi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah tokoh dan organisasi mampu menyediakan dukungan finansial signifikan bagi kelompok yang sejalan dengan agenda politik mereka. Sumbangan itu dapat membantu kelompok terkait memperluas kegiatan, komunikasi, dan upaya mobilisasi pemilih.

Sementara itu, Jeff Yass serta pasangan Richard dan Elizabeth Uihlein termasuk penyumbang utama bagi kubu Republik. Laporan Komisi Pemilihan Federal (FEC) mencatat bahwa kontribusi pasangan Uihlein untuk kepentingan politik Partai Republik melampaui US$100 juta. Angka tersebut menempatkan mereka di donatur dengan pengaruh finansial besar dalam persaingan politik. Dengan dana yang mengalir kepada kedua kubu melalui berbagai saluran, belanja pemilu diperkirakan terus meningkat. Data donasi ini juga memperlihatkan bagaimana kekayaan pribadi dan organisasi dapat menjadi sumber daya penting bagi kelompok politik menjelang pemungutan suara.Elon Musk tercatat sebagai donatur individu terbesar dalam belanja politik yang diperkirakan membentuk pemilu paruh waktu Amerika Serikat 2026. Hingga Oktober, kontribusinya telah mendekati US$500 juta, menjadikannya salah satu sumber pendanaan paling berpengaruh dalam persaingan pemilu tersebut. Besarnya sumbangan ini memperlihatkan bagaimana kekayaan pribadi dapat memainkan peran penting dalam strategi kampanye dan perebutan kendali politik di tingkat federal. Namun, dana itu tidak disalurkan melalui satu jalur saja. Musk mengarahkan sebagian besar kontribusinya kepada organisasi politik yang mendukung kandidat serta agenda Partai Republik.

Salah satu saluran utama adalah America PAC, sebuah Super PAC yang didirikan Musk pada 2024. Organisasi ini dapat membiayai aktivitas politik secara independen dari kampanye kandidat, termasuk komunikasi dengan pemilih dan kegiatan lain yang diizinkan aturan. Musk juga menyalurkan dana melalui Senate Leadership Fund, organisasi yang berafiliasi dengan Partai Republik dan berfokus pada pemilihan Senat. Perbedaan saluran tersebut memungkinkan dukungan finansialnya menjangkau sejumlah kontestasi sekaligus, sembari memberi perhatian khusus pada perlombaan yang dinilai strategis bagi peluang partai menguasai majelis tinggi Kongres.

Porsi besar belanja Musk diarahkan ke perebutan kursi Senat di Texas. Di sana, kandidat Republik Ken Paxton berhadapan dengan kandidat Demokrat James Talarico, dalam persaingan yang berpotensi menjadi salah satu kontestasi paling mahal. America PAC menginvestasikan lebih dari US$45 juta untuk kursi Senat Texas.

Baca juga: Forum Investasi Jawa Timur 2026 Himpun Komitmen Bisnis Rp2,4 Triliun | Anggaran Transfer Daerah (TKD) 2027 Naik Rp735 Triliun, Bamsoet Harap Beban Fiskal Pemda Teratasi

35 kunjungan