Polda Jatim Benarkan Pemeriksaan Presiden BEM Unair, Bantah Terkait Agenda Kapolda

oleh -143 Dilihat
oleh
Polda Jatim Benarkan Pemeriksaan Presiden BEM Unair, Bantah Terkait Agenda Kapolda

Surabaya | Polda Jawa Timur membenarkan kabar yang beredar di media sosial mengenai Rizqi Senja Wirawan, Presiden BEM Universitas Airlangga, yang diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh polisi. Konfirmasi tersebut disampaikan setelah informasi tentang Rizqi ramai dibicarakan warganet. Pihak kepolisian memastikan bahwa pemeriksaan terhadap mahasiswa tersebut memang berlangsung, tetapi belum menguraikan secara rinci konteks maupun perkara yang berkaitan dengan langkah itu. Karena itu, informasi yang tersedia sejauh ini masih terbatas pada konfirmasi bahwa Rizqi telah diperiksa.

Kabar awal yang beredar menyebut penyidik Direktorat Reserse Siber Polda Jatim menjemput Rizqi di kediamannya pada Senin (19/10). Informasi itu kemudian menyebar melalui berbagai unggahan di media sosial dan memunculkan pertanyaan mengenai alasan polisi mendatangi rumah Presiden BEM Unair tersebut. Meski demikian, keterangan yang beredar mengenai penjemputan itu belum disertai penjelasan terperinci dari kepolisian dalam konfirmasi awal. Polda Jatim membenarkan pemeriksaan, tetapi belum memberikan uraian yang dapat menjawab seluruh pertanyaan terkait peristiwa tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast mengonfirmasi pemeriksaan itu saat ditemui di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (27/10). Jules belum memerinci perkara yang mendasari pemeriksaan Rizqi, termasuk materi yang ditanyakan penyidik. Ia menyatakan penjelasan lengkap mengenai hal tersebut akan disampaikan pada kesempatan lain. Dengan demikian, hingga keterangan itu diberikan, belum ada rincian resmi mengenai dugaan atau persoalan yang sedang ditangani. Polda Jatim hanya memastikan bahwa pemeriksaan telah dilakukan, sementara keterangan lebih lengkap masih menunggu pernyataan lanjutan dari pihak kepolisian. Informasi ini juga belum menjelaskan apakah pemeriksaan tersebut berkaitan dengan kegiatan organisasi mahasiswa atau persoalan lain. Publikasi kabar awal di media sosial, dengan demikian, perlu dibedakan dari penjelasan resmi yang sudah disampaikan. Keterangan Jules menjadi konfirmasi awal, bukan paparan lengkap tentang kronologi maupun dasar pemeriksaan. Polda Jatim belum mengungkap rincian tambahan dalam kesempatan tersebut.Waktu pemeriksaan Rizqi, Presiden BEM Universitas Airlangga (Unair), menjadi sorotan karena berdekatan dengan agenda silaturahmi Kapolda Jawa Timur Irjen Dekananto Eko Purwono bersama BEM se-Jatim pada Selasa (20/11). Kedekatan waktu tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan hubungan proses hukum yang dijalani Rizqi dan kegiatan yang melibatkan Kapolda serta perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Timur.

Polda Jatim menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap Rizqi merupakan bagian dari proses hukum dan tidak berkaitan dengan undangan silaturahmi. Kepolisian menyatakan kedua hal tersebut memiliki konteks berbeda, sehingga agenda pertemuan Kapolda dengan organisasi mahasiswa tidak menjadi dasar ataupun alasan dilakukannya pemeriksaan. Penegasan itu disampaikan untuk merespons polemik yang muncul akibat jadwal kedua kegiatan yang dinilai berdekatan.

Jules membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Rizqi. Ia juga menyebut bahwa dokumen dan perangkat seluler milik Rizqi turut diperiksa dalam penanganan perkara tersebut. Namun, Jules kembali menekankan bahwa langkah-langkah itu merupakan bagian dari perkara yang sedang diproses dan tidak berhubungan dengan kegiatan silaturahmi Kapolda bersama BEM se-Jatim. Dengan demikian, menurut penjelasan kepolisian, pemeriksaan maupun penelaahan barang-barang tersebut tidak dimaksudkan untuk memengaruhi atau mengaitkan Rizqi dengan agenda pertemuan mahasiswa.

Meski demikian, penjelasan mengenai perbedaan konteks tersebut belum memuat seluruh rincian perkara. Jules menyatakan pihaknya akan menyampaikan kronologi dan fakta-fakta penanganan perkara secara lebih rinci pada kesempatan terpisah. Pernyataan lanjutan itu diharapkan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dasar pemeriksaan, tahapan yang telah dilakukan, serta kaitan dokumen dan perangkat seluler yang diperiksa dengan perkara. Sampai penjelasan tersebut disampaikan, kepolisian meminta publik memahami bahwa pemeriksaan Rizqi dan agenda silaturahmi Kapolda merupakan dua kegiatan yang terpisah, meskipun berlangsung dalam rentang waktu yang berdekatan.

Jules menyatakan menghormati pernyataan BEM Universitas Airlangga (Unair) yang mempersoalkan penangkapan Presiden BEM Unair serta agenda silaturahmi dengan Kapolda Jawa Timur. Menurutnya, kepolisian memahami bahwa mahasiswa berhak menyampaikan pandangan dan keberatan terkait peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa Polda Jatim telah melakukan pengecekan mengenai pelaksanaan kegiatan dan kehadiran perwakilan mahasiswa. Berdasarkan hasil pengecekan itu, pihaknya tidak menemukan adanya unsur paksaan agar Presiden BEM Unair menghadiri acara. Jules menyampaikan penjelasan tersebut sebagai respons terhadap sorotan organisasi mahasiswa, sekaligus menegaskan bahwa kegiatan yang dimaksud diselenggarakan sebagai ruang dialog kepolisian dan mahasiswa, bukan untuk membatasi sikap kritis maupun aspirasi mereka.

Jules menerangkan, Kapolda mengundang mahasiswa untuk berdialog secara terbuka, bertukar pandangan, dan menyampaikan aspirasi mengenai berbagai persoalan. Pembahasan, kata dia, mencakup isu sosial serta keamanan dan ketertiban masyarakat. Mahasiswa juga dapat menyampaikan perhatian terkait penyalahgunaan narkoba dan peredaran minuman keras, termasuk dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Selain mendengarkan masukan, forum tersebut disebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk membahas pemberdayaan masyarakat. Jules menggambarkan pertemuan itu sebagai wadah komunikasi dua arah, sehingga mahasiswa dapat menyampaikan pandangan secara langsung dan pihak kepolisian dapat mendengar persoalan yang dianggap penting. Ia menekankan keterbukaan diskusi sebagai bagian dari kegiatan silaturahmi tersebut.

Dalam penjelasannya, Jules juga menyebut perwakilan BEM Unair hadir sejak awal kegiatan dalam keadaan sehat. Perwakilan itu, menurutnya, mengikuti rangkaian acara bersama perwakilan BEM dari sejumlah kampus lain. Ia menyampaikan bahwa peserta memperoleh kesempatan untuk berbicara dalam sesi diskusi, termasuk menyampaikan pandangan dan aspirasi. Keterangan tersebut disampaikan untuk menjelaskan hasil pengecekan Polda Jatim mengenai jalannya acara dan kondisi para peserta. Jules tetap menyatakan menghormati sikap BEM Unair yang mempertanyakan proses penangkapan maupun agenda pertemuan. Ia menempatkan penjelasan kepolisian sebagai respons atas pertanyaan tersebut, sementara ruang dialog disebut terbuka bagi mahasiswa untuk membahas persoalan sosial, keamanan, dan kebutuhan masyarakat secara langsung.

Rizqi Senja Wirawan menyatakan dirinya ditahan oleh Direktorat Reserse Siber (Ditresiber) Polda Jawa Timur setelah muncul dugaan ajakan untuk melakukan aksi kerusuhan dalam rencana demonstrasi. Aksi tersebut, menurut Rizqi, direncanakan bertepatan dengan peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Keterangan itu disampaikan sebagai penjelasan versinya mengenai rangkaian pemeriksaan yang ia alami. Rizqi mengaitkan penahanan tersebut dengan aktivitas dan rencana gerakan mahasiswa, tetapi hubungan itu belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah dipastikan secara independen.

Rizqi juga mengatakan bahwa setelah dibebaskan, ia mendapat intimidasi agar menghadiri acara silaturahmi bersama Kapolda Jawa Timur. Ia menilai pemanggilan ke agenda tersebut bukan peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian yang dimulai dengan penangkapan dan pemeriksaan. Meski demikian, penilaian mengenai adanya intimidasi serta maksud di balik undangan itu merupakan pernyataan Rizqi. Penjelasan tersebut perlu dibedakan dari keterangan resmi kepolisian maupun informasi lain yang dapat mengonfirmasi dugaan itu. Dalam menyampaikan pandangannya, Rizqi menggambarkan pengalaman tersebut sebagai tekanan terhadap dirinya dan kegiatan mahasiswa di Surabaya.

Ia mengatakan masih berupaya memulihkan kondisi psikologis setelah menjalani pemeriksaan. Rizqi juga mulai membuka kembali akses komunikasinya, yang sebelumnya dibatasi atau tidak ia gunakan selama proses tersebut. Pemulihan itu, menurutnya, berlangsung setelah situasi yang dialaminya, dan tidak serta-merta berarti seluruh dampaknya telah berakhir. Rizqi meyakini rangkaian penangkapan yang kemudian diakhiri dengan pemanggilan ke silaturahmi Kapolda merupakan upaya untuk melemahkan gerakan mahasiswa di Surabaya. Keyakinan tersebut adalah pandangan yang ia sampaikan, bukan kesimpulan yang telah terbukti.

Baca juga: 18 Bulan Berproses, Penanganan Kasus Suarni Kini Disorot Propam dan Wassidik Polda Jatim | Panglima TNI Ziarah ke Makam Presiden RI Ke-2 dan Panglima Besar Jenderal Soedirman | Dari Kwitansi hingga Pemeriksaan Polisi: Membongkar Rangkaian Transaksi Honda Brio Rp115 Juta di Kediri