Tangerang | Kebakaran di kawasan pergudangan Jalan Industri Raya, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, telah padam setelah proses pemadaman berlangsung selama empat hari. Berakhirnya upaya pemadaman utama menandai bahwa kobaran api sudah berhasil dikendalikan, tetapi belum berarti seluruh penanganan di lokasi selesai. Petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memicu api kembali.
Tahap pendinginan menjadi bagian penting setelah kebakaran besar, terutama ketika masih terdapat titik panas di area terdampak. Dalam proses ini, petugas menyisir lokasi dan memeriksa bara yang mungkin tertinggal. Karena itu, kondisi “api padam” perlu dibedakan dari selesainya seluruh pekerjaan di lapangan. Meski tidak lagi menghadapi kobaran utama, petugas tetap perlu memastikan area benar-benar aman sebelum penanganan dinyatakan tuntas.
Lamanya proses pemadaman hingga empat hari menunjukkan bahwa penanganan kebakaran di kawasan pergudangan tersebut berlangsung dalam beberapa tahap. Setelah api berhasil dipadamkan, fokus beralih pada pemeriksaan dan pendinginan, bukan semata-mata meninggalkan lokasi. Penyisiran bara membantu mengurangi risiko munculnya kembali api dari titik yang belum sepenuhnya dingin. Dengan demikian, warga dan pihak yang berkepentingan perlu memahami bahwa aktivitas petugas di lokasi masih berlanjut meskipun kebakaran utama telah dinyatakan padam.
Penanganan kebakaran di gudang es krim di Jatiuwung masih berlanjut pada Jumat (23/10/2026). Setelah upaya pemadaman utama dilakukan, petugas menyisir bagian-bagian lokasi untuk mencari dan menangani bara yang masih tertumpuk. Tahap ini dilakukan agar sisa panas tidak berkembang kembali menjadi api, terutama di area yang terdampak kebakaran.
Mahdiar, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, mengatakan petugas masih berfokus pada bara yang tertinggal. Penyisiran dilakukan dengan memeriksa tumpukan material di lokasi, sehingga titik yang berpotensi menyimpan bara dapat diketahui dan ditangani. Dalam kondisi seperti ini, api yang terlihat padam belum selalu berarti seluruh sumber panas telah hilang. Karena itu, pemeriksaan lanjutan diperlukan sebelum petugas dapat memastikan situasi benar-benar aman.
Petugas pemadam kebakaran tetap berada di lokasi selama proses tersebut berlangsung. Andia S. Rahman, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, menyampaikan bahwa keberadaan petugas diperlukan untuk memastikan tidak ada api yang kembali menyala. Pemantauan dilakukan sembari penyisiran bara diteruskan, sehingga bila muncul tanda-tanda penyalaan ulang, petugas dapat segera melakukan penanganan.
Andia berharap operasi pemadaman dapat dituntaskan pada Sabtu (24/10) pagi. Harapan itu bergantung pada hasil pemeriksaan dan penanganan bara yang masih tersisa di area gudang. Hingga seluruh titik dinilai aman, petugas tetap berjaga dan melakukan pengecekan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan api tidak muncul kembali setelah pemadaman, sekaligus menuntaskan penanganan di lokasi secara menyeluruh. Informasi mengenai perkembangan operasi akan mengikuti hasil pemantauan petugas di lapangan; sementara itu, fokus tetap pada bara tersisa dan pencegahan penyalaan ulang.Kebakaran terjadi di sebuah gudang yang menjadi tempat produksi es krim Momoyo di Jalan Industri Raya, Jatiuwung, Kota Tangerang, pada Selasa (20/10). Peristiwa tersebut dilaporkan mulai sekitar pukul 13.55 WIB. Lokasi yang terbakar merupakan area gudang milik Momoyo, sebagaimana disebutkan oleh Kapolsek Jatiuwung Kompol Kresna Perkasa. Informasi mengenai waktu dan tempat kejadian menjadi keterangan awal untuk menjelaskan titik munculnya api, sebelum petugas melakukan penanganan di lokasi. Dengan demikian, kebakaran ini diketahui berlangsung di kawasan industri dan melibatkan fasilitas produksi es krim, bukan sekadar bangunan yang tidak berkaitan dengan kegiatan usaha tersebut.
Asap pekat terlihat membubung tinggi dari lokasi kebakaran. Kepulan asap tersebut menjadi tanda yang tampak dari kejauhan dan menggambarkan besarnya dampak kebakaran di area gudang. Gambaran asap yang menjulang itu juga mengundang perhatian terhadap kejadian di Jalan Industri Raya, sementara petugas bergerak untuk menangani situasi. Meski demikian, keterangan yang tersedia dalam laporan awal tidak merinci penyebab munculnya api maupun bagian bangunan yang pertama kali terbakar. Karena itu, informasi mengenai kondisi visual lokasi perlu dibedakan dari keterangan tentang sumber api: asap terlihat dari area kejadian, tetapi penyebab kebakaran belum dipastikan melalui informasi tersebut.
Kompol Kresna Perkasa, Kapolsek Jatiuwung, menyebut bahwa kebakaran terjadi di gudang Momoyo. Pernyataan itu menegaskan identitas lokasi yang terbakar, yakni gudang yang digunakan dalam kegiatan produksi es krim Momoyo di Jalan Industri Raya. Kejadian pada Selasa siang tersebut kemudian menjadi fokus penanganan petugas, termasuk pemeriksaan area setelah api berhasil dikendalikan. Informasi awal ini memberi gambaran mengenai waktu, lokasi, dan kondisi yang terlihat, tanpa menyimpulkan penyebab atau besaran kerugian yang belum disampaikan. Petugas tetap perlu menelusuri titik-titik di lokasi untuk memastikan tidak ada bara tersisa dan mengamankan area setelah kebakaran. Rincian lanjutan mengenai penyebab dan dampak dapat menunggu hasil pemeriksaan resmi.
Dugaan awal mengenai asal api di gudang es krim kawasan Jatiuwung disampaikan berdasarkan keterangan saksi, bukan sebagai kepastian tentang penyebab kebakaran. Kompol Kresna Perkasa menyebut bahwa menurut keterangan tersebut, percikan api diduga muncul akibat korsleting listrik. Pernyataan ini menempatkan korsleting sebagai dugaan yang bersumber dari kesaksian, sehingga belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan pasti mengenai awal kejadian.
Dalam keterangan yang disampaikan, percikan api itu diduga kemudian menyambar tempat penyimpanan kardus. Setelah menyambar kardus, api disebut membesar. Rangkaian tersebut menggambarkan dugaan awal yang disampaikan saksi: korsleting listrik memicu percikan, lalu percikan mengenai kardus dan api berkembang. Penjelasan ini tetap perlu dipahami sesuai atribusinya, yakni sebagai keterangan saksi sebagaimana disampaikan Kompol Kresna Perkasa, bukan sebagai penetapan sebab kebakaran.
Dengan demikian, informasi mengenai korsleting dan kardus menerangkan dugaan urutan peristiwa yang menjadi perhatian dalam penanganan kejadian. Sumber keterangan yang tersedia menyebut percikan api, tempat penyimpanan kardus, dan api yang membesar; tidak ada rincian lain yang dapat ditambahkan untuk memastikan bagaimana korsleting terjadi atau bagaimana api menyebar. Karena penyebabnya masih disampaikan sebagai dugaan berdasarkan keterangan saksi, setiap penyebutan mengenai awal api perlu mempertahankan batas tersebut. Keterangan Kompol Kresna Perkasa menjadi atribusi atas informasi yang dikutip, sementara uraian tentang korsleting tetap disebut sebagai dugaan, bukan kepastian. Pemilihan kata yang cermat membantu membedakan informasi saksi dari kesimpulan resmi mengenai penyebab kebakaran. Berdasarkan keterangan itu saja, dugaan awalnya adalah percikan dari korsleting menyambar kardus hingga api membesar.
Baca juga: Aksi Cepat Tanggap! Babinsa Margomulyo Sisir Bekas Karhutla, Pastikan Api Benar-Benar Padam | Rombongan Bapang Diserang OTK, Negara Didesak Pastikan Petugas Aman Bertugas | Petugas pemadam kebakaran di lokasi, Ichwan, mengonfirmasi proses pencarian di dalam gedung masih terus berlangsung berpacu dengan waktu
