1.262 Kadet Unhan Dikerahkan untuk Mendampingi Siswa Sekolah Rakyat di 181 Lokasi

oleh -292 Dilihat
oleh
1.262 Kadet Unhan Dikerahkan untuk Mendampingi Siswa Sekolah Rakyat di 181 Lokasi

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Kementerian Sosial dan Kementerian Pertahanan memberangkatkan 1.262 kadet atau calon perwira Universitas Pertahanan (Unhan) untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat. Penugasan ini menjadi bagian dari kolaborasi kedua kementerian dalam mendukung proses pendidikan dan pembinaan peserta didik di Sekolah Rakyat. Para kadet akan menjalankan peran pendampingan pada satuan pendidikan yang mencakup jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.

Dalam penugasan tersebut, 1.262 kadet dikerahkan ke 181 lokasi Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Cakupan ini menunjukkan skala pelibatan personel yang luas, sekaligus menegaskan koordinasi lintas kementerian dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan. Kehadiran kadet di berbagai lokasi pendidikan diharapkan dapat memperkuat pendampingan bagi siswa sesuai kebutuhan pelaksanaan kegiatan belajar dan pembinaan di lingkungan Sekolah Rakyat.

Pemberangkatan kadet bersama 206 pengasuh berlangsung di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Jumat. Pengasuh turut dilibatkan untuk mendukung pelaksanaan penugasan selama para kadet mendampingi siswa. Dengan jumlah personel yang diberangkatkan dan sebaran penugasan di 181 lokasi, kegiatan ini menjadi langkah berskala nasional yang mempertemukan dukungan Kemensos dan Kemhan bagi pendidikan siswa Sekolah Rakyat. Penugasan tersebut juga menandai dimulainya keterlibatan kadet Unhan dalam mendampingi pendidikan pada jenjang SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia.

Kehadiran 1.262 kadet di lingkungan Sekolah Rakyat diarahkan untuk memberikan pendampingan yang mendukung pembentukan karakter siswa. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, menjelaskan bahwa para siswa datang dari latar belakang yang beragam. Karena itu, kadet diharapkan dapat menjadi panutan sekaligus teladan, terutama melalui contoh perilaku dan karakter baik yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari di asrama maupun di sekolah.

Pendampingan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kedisiplinan, tetapi juga ditujukan untuk memperkuat karakter dan kepribadian siswa. Kadet diharapkan membantu memperluas wawasan kebangsaan, termasuk pemahaman mengenai nusantara dan bela negara. Nilai-nilai itu penting agar siswa memiliki fondasi kepribadian yang kuat, mampu mengenali tanggung jawabnya, serta tumbuh sebagai pribadi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan bangsa.

Selain itu, pendampingan diharapkan mendorong siswa memiliki kemauan kuat untuk mengembangkan keterampilan. Setiap siswa dapat memiliki kemampuan, minat, dan bakat yang berbeda, sehingga proses pembinaan perlu melihat keberagaman tersebut secara proporsional. Meski demikian, kedisiplinan dipandang sebagai salah satu syarat penting untuk meraih kesuksesan. Melalui keteladanan dan pendampingan yang konsisten, siswa diharapkan memahami pentingnya sikap tertib, tanggung jawab, dan kemauan untuk berkembang. Penekanan ini menjadi bagian dari upaya membangun kepribadian siswa selama menjalani pendidikan dan kehidupan bersama di Sekolah Rakyat.

Siswa Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang yang beragam. Mereka datang dari keluarga, lingkungan sosial, serta wilayah dengan pengalaman hidup dan kebiasaan yang tidak selalu sama. Perbedaan tersebut dapat terlihat dalam cara berkomunikasi, membangun relasi, mengikuti aturan, maupun merespons kegiatan belajar. Karena itu, kehidupan bersama di lingkungan sekolah membutuhkan penyesuaian dan adaptasi yang berlangsung secara bertahap.

Hidup berdampingan dengan siswa dari daerah lain juga menghadirkan tantangan tersendiri. Setiap wilayah memiliki karakter, budaya, kebiasaan, dan pola interaksi yang dapat memengaruhi sikap siswa ketika berada dalam lingkungan baru. Siswa perlu mengenali perbedaan tersebut sekaligus belajar menghormati kebiasaan teman-temannya. Proses ini tidak berlangsung secara instan, melainkan memerlukan waktu, pendampingan, serta pembelajaran yang berkesinambungan agar hubungan antarsiswa dapat berkembang secara baik.

Kebutuhan terhadap proses adaptasi tersebut menjadi semakin penting karena penyelenggaraan Sekolah Rakyat mencakup jumlah siswa dan lokasi yang besar. Proses pembelajaran Sekolah Rakyat telah berjalan sejak 2025 dan kini diikuti lebih dari 44 ribu siswa di seluruh Indonesia. Mereka tersebar di 181 lokasi dengan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA.

Keragaman peserta didik pada berbagai jenjang dan wilayah membuat pengalaman belajar setiap siswa tidak seragam. Pendampingan diperlukan untuk membantu siswa menyesuaikan diri dengan rutinitas sekolah, memahami dinamika kelompok, serta berinteraksi dengan teman yang memiliki karakter berbeda. Dalam konteks tersebut, proses pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan materi akademik, tetapi juga mencakup pembentukan kebiasaan hidup bersama, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan yang beragam.

Rektor Universitas Pertahanan (Unhan), Letnan Jenderal TNI (Purn) Anton Nugroho, menjelaskan bahwa 1.262 kadet dikerahkan untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat yang tersebar di 181 lokasi. Para kadet dibagi ke dalam tim-tim pendamping, dengan setiap tim beranggotakan tujuh orang. Dalam pelaksanaan tugasnya, mereka bekerja bersama pengasuh yang berada di masing-masing sekolah. Pola ini dirancang agar pendampingan berlangsung terarah, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Anggota tim berasal dari kadet tingkat 2, tingkat 3, dan tingkat 4. Komposisi lintas tingkat tersebut memungkinkan terjadinya kerja sama kadet yang memiliki pengalaman berbeda selama menjalani pendidikan di Unhan. Selain itu, tim juga mewakili beragam program studi, yakni kedokteran, kedokteran gigi, teknik, teknik mesin, teknik sipil, dan farmasi. Keragaman latar belakang keilmuan diharapkan memperkaya cara para kadet memahami persoalan siswa serta merumuskan pendampingan yang relevan.

Anton menegaskan bahwa para kadet tidak ditempatkan sebagai pengganti guru untuk mengajarkan mata pelajaran khusus. Tanggung jawab utama mereka adalah membantu pengembangan karakter siswa sehingga anak-anak dapat menerima pelajaran dengan lebih baik. Pendampingan dilakukan melalui diskusi mengenai berbagai hambatan dan kesulitan yang dihadapi siswa, baik dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Dalam diskusi tersebut, kadet berupaya memberikan solusi dan mengarahkan siswa untuk menemukan jalan terbaik secara bertahap. Pendekatan ini menempatkan kadet sebagai pendamping yang membantu siswa mengenali masalah, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan kebiasaan positif. Sasaran akhirnya mencakup perubahan pada aspek disiplin, karakter, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan demikian, kehadiran kadet di Sekolah Rakyat tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan yang mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.